Larang Ojek Online, Bupati Banyumas Diprotes Netizen

Bupati Banyumas secara resmi telah mengeluarkan surat edaran (SE) larangan ojek online beroperasi di wilayahnya. Surat itu mulai diberlakukan sejak 10 Juli yang lalu.

Meski telah dilarang, para driver ojek online tetap beroperasi seperti biasanya. Mereka tidak menggubris kebijakan yang telah diputuskan oleh pemerintah setempat.

Lalu bagaimana tanggapan netizen terkait kebijakan Bupati tersebut? dari pantauan Transwatch di media sosial, warganet terutama warga palembang sangat menyayangkan kebijakan adanya pelarangan terhadap ojek online itu.

Seperti yang dikatakakan oleh Suryokusomo, ia menilai Bupati Banyumas tidak bisa mengikuti zaman. Ia tak pantas menjadi bupati di era digital seperti saat ini. Ia pantasnya menjadi pemimpin di zaman batu.

Baca Juga :  Kisah Ari Sopir Taksi Online yang Dikriminalisasi, Dituduh Merampok Penumpang yang Tak Dibawanya

“kembali aja ke Jaman Batu…NDESOO..,” kecam Suryokusomo dalam kolom komentar di detik, Rabu (12/7).

Netizen lain dari Bogor juga mengecam kebijakan bupati tersebut. Menurutnya, warga Banyumas telah keliru memilih pemimpin. Karena itu, ia pun meminta kepada masyarakat Banyumas agar tidak memilih kembali bupati yang telah menyusahkan ratusan warganya tersebut.

“rakyat Banyumas udah salah pilih Bupati.. jangan jangan jangan pilih lagi..saya sih warga Bogor.. prihatin aja .. kasihan rakyat Banyumas, kicau Nur Hakim di kolom yang sama.

 

Selain 5 orang diatas, masih ada ratusan netizen yang memberikan komentar negatif terhadap kebijakan Bupati Banyumas tersebut.

Berikut komentar-komentar warganet lain yang merasa miris melihat kebijakan bupati itu:

Baca Juga :  Kabar Grab Dapat Kucuran Dana Besar, Jadi Bahan Bully-an Para Mitra ke Manajemen

Selain 4

 

(tow)

Loading...