Langkah Tepat! Kolaborasi Telkomsel dan Gojek Hadirkan Sejumlah Dampak Positif

Aplikasi Telkomsel dan Gojek. Foto: Telkomsel

Telkomsel membuat langkah penting pada bulan ini. Perusahaan telekomunikasi seluler yang identik dengan warna merah itu resmi jadi salah satu investor raksasa penyedia layanan on-demand, Gojek, dengan kucuran dana sebesar Rp 2,1 triliun.

Dengan investasi tersebut, Telkomsel dan Gojek resmi jadi mitra strategis. Keterikatan keduanya memungkinkan kolaborasi yang lebih intens untuk bersama-sama mengembangkan layanan dan ekosistem digital di Indonesia.

Sejak isu investasi Telkomsel ke Gojek mencuat pada paruh awal 2020, banyak pengamat yang menilai kalau langkah tersebut tepat. Lantas, apa saja dampak positif yang bisa dihadirkan kedua raksasa teknologi ini?

Bisnis

Investasi Telkomsel ke Gojek merupakan momentum yang sangat pas saat ini, menurut ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky. Ia menilai investasi yang dilakukan Telkomsel ke Gojek tepat karena saat ini tren bisnis teknologi telah berubah ke digital.

Telkomsel saat ini mengaku sedang bertransformasi menjadi digital telco company atau perusahaan telekomunikasi digital. Dengan misi tersebut, mereka tak lagi ingin hanya berkutat pada infrastruktur pembangunan tower, jaringan, dan UPS, hingga meraup margin dari penggunaan layanan telepon dan SMS. Lebih dari itu, mereka ingin menyediakan platform dan layanan digital.

Teuku menilai, kolaborasi Telkomsel dan Gojek akan menguntungkan dalam pemanfaatan data yang relevan dengan tren. Dari sisi Gojek, akan terbantu dengan infrastruktur jaringan yang telah mapan dibangun Telkomsel secara luas dan merata hingga ke daerah pelosok.

Sementara dari sisi Telkomsel, akan mendapatkan insight tentang kebiasaan konsumen untuk mengembangkan layanan sesuai dengan tren masyarakat saat ini.

“Saya melihat ini langkah yang tepat. Apa yang dilakukan Telkomsel karena dari sisi bisnis ini momentum yang pas, gerbong yang cukup baik. Gojek sangat prospektif meski belum profit,” kata dia, Senin (23/11) seperti dilansir dari Kumparan.com.

Senada dengan Teuku, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, juga berpendapat masuknya Telkomsel ke Gojek menjadi kesempatan baru bagi perusahaan menambah pendapatan dari sisi bisnis digital.

Baca Juga :  Pengemudi Gojek se-Bali Dapat Bantuan 30.000 Masker Kain dari BPBD Bali

Data insight konsumen yang dimiliki Gojek bisa dikembangkan Telkomsel dalam mengembangkan layanan digitalnya. Adapun bagi Gojek, mereka bisa memanfaatkan jaringan broadband Telkomsel untuk memperluas akses bisnisnya hingga wilayah pelosok untuk menambah jumlah mitra UMKM dan mitra pengemudi. Langkah tersebut juga membuka kesempatan kerja non-formal.

Teknologi inovasi

Tak cuma soal bisnis, Telkomsel dan Gojek mengaku kalau kerja sama strategis mereka juga ditujukan untuk mengembangkan layanan dan ekosistem digital di Indonesia.

Kedua perusahaan menjelaskan, mereka hendak mendorong inovasi dan produk baru, juga meningkatkan kenyamanan bagi para pengguna dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pengguna mereka dapat menantikan beberapa inisiatif produk dan program-program baru yang memberi dampak penghematan biaya seperti promosi bersama dan bundling produk.

Telkomsel dan Gojek juga mengaku akan berkolaborasi di bidang gaya hidup digital dan mengembangkan solusi teknologi periklanan digital yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di berbagai skala bisnis. Selain itu, Gojek dan Telkomsel berencana kerja sama memberdayakan talenta melalui pertukaran pengalaman dan program pembinaan keahlian profesional.

Potensi kolaborasi keduanya untuk menghadirkan inovasi bagi ekosistem digital di Indonesia pun diamini oleh peneliti dari lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda. Menurutnya, Telkomsel bisa meningkatkan kapabilitas layanan digitalnya dan Gojek terbantu untuk tetap bersaing di tengah tekanan pandemi COVID-19.

“Secara teori, investasi Telkomsel ke Gojek akan menguntungkan kedua perusahaan. Bagi perusahaan Telkomsel, kerjasama dengan Gojek dapat meningkatkan kapabilitas perusahaan untuk mengembangkan layanan perusahaan ataupun layanan yang berada dalam naungan Telkomsel,” kata Nailul.

“Bagi Gojek, investasi ini juga menjadi amunisi bagi operasional platform yang tertekan akibat COVID-19. Mereka akan tetap bisa bersaing dengan kompetitornya dari segi pelayanan dan harga,” sambungnya.

Nailul menambahkan, infrastruktur jaringan Telkomsel yang luas dan merata bisa menjadi modal bagi Gojek untuk memperkuat layanan di super app, seperti transportasi online, pesan antar makanan, logistik, hingga dompet digital.

Baca Juga :  Gojek Dibantu RPX Impor 5 Juta Masker Lindungi Mitra Driver dan Merchant dari Corona

Melalui pemanfaatan big data di Telkomsel, kata Nailul, Gojek dapat melakukan terobosan-terobosan baru yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas akses pasar dan membuat produk baru, misalnya dengan innovative credit scoring.

Keuntungan untuk mitra pengemudi dan UMKM

Pada akhirnya, dampak kerja sama Telkomsel dan Gojek akan dirasakan oleh para penggunanya. Nailul mengatakan, jika investasi Telkomsel dapat digunakan dengan baik, maka Gojek bisa mengalami pertumbuhan permintaan layanan mereka seperti GoRide, GoCar, hingga GoFood.

Pertumbuhan itulah yang kemudian akan membuat penghasilan harian mitra pengemudi turut meningkat.

Investasi ini juga menurut Nailul bisa dimanfaatkan untuk menjalankan strategi subsidi pada mitra dan pengguna di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

“Meskipun bukan strategi bagus, namun strategi bakar uang dalam pandemi juga bisa mendatangkan manfaat dan multiplier yang signifikan, terutama menggenjot permintaan masyarakat,” katanya.

Dampak lain yang dapat dirasakan pengguna, menurut Nailul, adalah mendapat harga yang lebih terjangkau dari layanan Gojek. Hal ini membuat platform Gojek semakin banyak dipakai pengguna, menyebabkan mitra pengemudi kebanjiran order yang pada akhirnya berdampak pada naiknya pendapatannya.

Sebenarnya, mitra pengemudi Gojek sudah merasakan keuntungan dari kolaborasi Telkomsel dan Gojek sejak 2018. Sejak saat itu, kedua perusahaan menghadirkan Paket Siap Online untuk mengakomodasi mobilitas dan penggunaan akses data internet mitra Gojek.

Melalui Paket Siap Online, mitra pengemudi mendapatkan paket internet kuota 15 GB, telepon tanpa batas (unlimited) ke sesama operator, telepon gratis 200 menit ke operator lain, dan 500 SMS gratis, hanya dengan membayar Rp 75.000. Sekarang paket data khusus itu bernama Paket Swadaya Telkomsel dan bisa dibeli melalui aplikasi Gojek Driver.

Dengan rekam jejak tersebut, kedua perusahaan bisa saling menguatkan guna mengakselerasi transformasi digital di Indonesia.

“Kami percaya, kolaborasi dengan Gojek dan ekosistemnya yang luas juga akan mengakselerasi transformasi Telkomsel sebagai digital telco company dan memperkuat konsistensi perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro.

Baca Juga :  Miliki 3 Aplikasi Super, Gojek Makin Mantap Menciptakan Model Bisnis Berkelanjutan

Telkomsel sendiri saat ini merupakan operator seluler nomor satu di Indonesia. Mereka memiliki lebih dari 170 juta pelanggan.

Dari segi jangkauan, jaringan 3G dan 4G Telkomsel telah mencakup 95 persen wilayah Indonesia. Capaian tersebut dihasilkan berkat lebih dari 228.000 base transceiver station (BTS), di mana 178.000 di antaranya BTS broadband 3G dan 4G. Dari angka tersebut, 20.000 BTS broadband di antaranya tersebar di wilayah 3T (terdalam, terluar, dan tertinggal) dan perbatasan negara.

Sementara platform Gojek dan layanannya digunakan oleh jutaan konsumen dan mitra pengemudi, serta ratusan ribu mitra merchant yang tersebar di Asia Tenggara.

Pada tahun 2019, Gojek bersama para mitranya mencatat kontribusi ke ekonomi Indonesia sebesar Rp 104,6 triliun, menurut riset Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) yang dirilis pada Agustus 2020.

Nilai tersebut berasal dari kontribusi langsung mitra Gojek dan dampak multiplier yang berada di luar ekosistem Gojek, seperti bengkel dan pedagang pasar yang berhubungan dengan layanan GoFood.

Kontribusi langsung mitra ke ekonomi mencapai Rp 87,1 triliun, yang rinciannya terdiri dari mitra UMKM GoFood Rp 34,1 triliun, mitra UMKM GoPay Rp 9,9 triliun, mitra UMKM social seller GoSend Rp 24,3 triliun, mitra pengemudi GoRide Rp 11,1 triliun, dan mitra pengemudi GoCar Rp 7,7 triliun. Sementara dampak multiplier atau kontribusi tidak langsung keberadaan Gojek terhadap ekonomi Indonesia di tahun 2019 mencapai Rp 17,5 Triliun.

“Ekonomi digital di Indonesia didorong oleh perkembangan perangkat seluler (mobile-first market), sehingga bila pemain terdepan di industri teknologi dan telekomunikasi berkolaborasi memanfaatkan sumber daya yang ada, ekonomi digital Indonesia bisa lebih terakselerasi ke tahapan yang lebih tinggi (leap frog),” kata Co-CEO Gojek Group, Andre Soelistyo.

(TOW)

Loading...