Kisah Driver Ojol Lewat Jalan Angker, Melihat Wujud Menyeramkan Sampai Dicekik

Ilustrasi kisah driver ojol bertemu kuntilanak merah di salah satu kompleks di Gedebage, Bandung. /Youtube Gana Setioko

Kisah yang membuat bulu kuduk merinding dialami oleh seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Agung.

Dia mengaku bertemu dengan makhluk halus kuntilanak di Jalan Cidurian Utara dekat Pindad, Kota Bandung.

Kisah Agung diceritakan oleh Abah Yudie di kanal Youtube Malam Mencekam. Berikut cerita singkatnya yang dirangkum MapayBandung.com, Senin 6 September 2021.

Diceritakan pada tahun 2016, Agung mengalami kejadian menyeramkan saat hendak mengantar penumpang.

Saat itu, tepat malam Jumat, Agung mendapat orderan untuk menjemput penumpang di Jalan Cidurian Utara dekat Pindad, untuk diantar ke Cibiru.

Setelah melihat rute perjalanan, ternyata ia harus melewati jalan yang dianggap angker oleh masyarakat sekitar.

Karena konon katanya sering terjadi penampakan kuntilanak di pohon besar yang berada di samping jalan tersebut.

“Waduh ini kan jalan yang angker itu,” ungkap Agung yang diceritakan Abah Yudie.

Karena terlanjur menerima pesanannya, ia pun melawan rasa takutnya dan berharap tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.

Waktu itu menunjukkan pukul 23:15 WIB, dimana Agung berada 100 meter dari pohon angker di jalan tersebut, namun ia sudah mulai mendapat gangguan aneh.

Tiba-tiba saja motor yang ia tumpangi terasa berat. Ia merasa seperti membawa dua penumpang dewasa.

Ia pun menghentikan laju kendaraannya dan menyorotkan lampu senter dari handphone-nya untuk memeriksa kondisi ban motornya.

Namun setelah diperiksa tidak ada masalah apa pun yang terjadi pada motornya.

Ketika jongkok saat hendak memeriksa motornya, tiba-tiba saja ia mendengar suara angsa di sekitar wilayah tersebut.

Ia pun langsung berdiri dan menyorotkan sinar lampu senter dari handphone-nya untuk melihat keadaan sekitar.

Tetapi ia tidak melihat apapun di sekitar jalan tersebut, hanya terdapat hamparan sawah dan pohon-pohon rindang.

Karena rasa penasarannya tinggi, Agung pun berjalan menuju tepi sawah untuk mencari sumber suara yang ia dengar.

Namun ia tidak menemukan sumber suara tersebut, ia malah mencium bau bangkai hewan yang begitu menyengat.

Hal itu sontak membuat dirinya lemas dan terduduk di tepi jalan yang hening pada malam itu.

Dengan situasi jalan yang hening dan tidak ada satu pun kendaraan yang lewat membuat dirinya semakin takut.

Ia pun berjalan menuju motor dengan maksud melanjutkan perjalanannya. Pada saat akan menghidupkan motor, tiba-tiba saja motor yang ia tumpangi mati total.

Dengan pandangan lurus ke depan, Agung melihat kilat putih dari arah bawah menuju ke atas pohon besar yang angker tersebut.

Saat itu, Agung melihat sosok wanita menggunakan pakaian putih lusuh dengan rambut panjang yang menutupi wajahnya sedang duduk di cabang pohon tersebut sambil mengayun-ayunkan kakinya.

Hal itu pun langsung membuatnya lemas dan kembali duduk di tepi jalan. Untungnya saat itu ada sekelompok pemuda yang menghampiri dan menanyakan keadaannya.

Setelah Agung menunjuk ke arah pohon besar tersebut, mereka hanya melihat asap putih dan sosok wanita tersebut menghilang.

Namun para pemuda tersebut mengaku sudah tidak asing lagi dengan kejadian di luar nalar itu. Mereka pun membawa Agung ke tempat lebih terang untuk menenangkannya.

Setelah meminum air hangat, ia pun merasa lebih tenang dan melanjutkan perjalanannya.

Para pemuda itu menyarankan kepada Agung untuk berputar arah, dengan tujuan supaya tidak melewati pohon besar angker tersebut.

Namun Agung tidak setuju karena jarak yang ditempuh lebih jauh dan memakan waktu yang cukup lama.

Dengan memberanikan diri Agung pun berjalan menuju pohon besar angker tersebut.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba dari arah belakang ada yang mencekik leher Agung dengan tangan besar, berbulu dan bertekstur kasar.

Hal itu membuat Agung kaget dan membantingkan setir motornya ke arah kanan hingga membuat ia terjatuh.

Setelah itu Agung lari terbirit-birit kembali ke tempat para pemuda yang tadi.

Ia pun meminta bantuan kepada para pemuda tersebut untuk mengantarnya mengambil motor. Akhirnya mereka beramai-ramai menuju lokasi kejadian.

Sesampainya di lokasi, mereka melihat kondisi motor yang baik-baik saja seolah tidak terjadi apa-apa.

Namun hal itu tidak dihiraukan oleh mereka. Mereka pun sepakat bergegas pergi menjauhi pohon besar tersebut.

Setelah 200 meter dari pohon angker itu, akhirnya Agung bertemu dengan rumah yang sesuai dengan titik jemput.

Dia pun berpamitan kepada para pemuda dan menyampaikan terima kasih karena mereka telah mengantarnya.

Sesampainya di lokasi penjemputan, ada bapak-bapak paruh baya menghampirinya, yang merupakan penumpang.

Ia pun meminta maaf karena telat menjemputnya.

Tanpa berlama-lama, Agung segera membonceng bapak tersebut ke arah tujuan yaitu Cibiru.

(transonlinewatch.com) Artikel ini telah tayang di mapaybandung.com (Pikiran Rakyat)

Loading...