Kerja Sama dengan BRI dan Gojek, Pemkot Malang Akan Launching Pasar Online di 10 Lokasi

Suasana transaksi jual beli yang ada di Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang di saat pandemi Covid-19.

Memasuki masa transisi menjelang new normal, Kota Malang kini tengah berbenah menyiapkan pasar online.

Pasar online yang dimaksud yakni transaksi jual beli via online di pasar tradisional Kota Malang.

Upaya tersebut dilakukan guna memutus mata rantai Covid-19 dengan memudahkan transaksi penjual dan pembeli.

Sekaligus mencegah berkerumunnya masyarakat di dalam pasar.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang (Diskoperindag) Wahyu Setianto, Sabtu (11/7) seperti dilansir dari TribunJatim.com.

“Beberapa hari lalu kami sudah melakukan kerja sama dengan Bank BRI dan Gojek. Insyallah dalam minggu depan ini akan kami launching,” ucapnya.

Melalui pasar online tersebut, masyarakat tidak perlu lagi belanja ke pasar apabila ingin membeli kebutuhan pangan sehari-hari.

Baca Juga :  Gojek Bantah Adakan Pertemuan Sepihak

Pembeli hanya cukup memesan kebutuhan pangan melalui aplikasi yang kini sedang digagas oleh Bank BRI bersama dengan Diskoperindag Kota Malang.

Aplikasi tersebut bisa langsung di download melalui Playstore di handphone android.

“Saya lupa nama aplikasinya. Namun saat ini masih dipersiapkan. Dan saat launching nanti baru bisa dioperasikan. Kemungkinan namanya sesuai dengan pasar tradisional di Kota Malang,” ucapnya.

Wahyu menyampaikan, bahwa persiapan dalam melaunching pasar online ini telah dilakukan sejak dua bulan yang lalu.

Masyarakat yang nanti bertransaksi melalui pasar online tersebut akan dikenai jasa gratis ongkir pada saat pengiriman ke rumah.

Bahkan, pembayaran bisa dilakukan di rumah dengan menggesek di mesin edisi yang nantinya akan dibawa oleh kurir.

Baca Juga :  Siapkan Langkah Antisipasi, Gojek Beri Santunan Bila Pengemudi Positif Virus Corona

Dan mesin tersebut bisa digunakan untuk semua jenis bank.

“Intinya kami ingin melakukan pembatasan dan mengurangi kerumunan. Jadi upaya kita bagaimana membatasi pertemuan antar orang,” ucapnya.

Untuk sementara ini, pasar online akan dilaunching di 10 pasar yang ada di Kota Malang.

Pasar tersebut di antaranya Pasar Dinoyo, Pasar Blimbing, Pasar Klojen, Pasar Modyopuro, Pasar Bunul, Pasar Mergan, Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Sawojajar, Pasar Sukun dan Pasar Tawangmangu.

Tidak menutup kemungkinan, kata Wahyu juga akan diterapkan di pasar-pasar tradisional di Kota Malang yang telah direvitalisasi.

“Sementara yang diutamakan untuk pasar tradisional yang sudah direvitalisasi. Nantinya kalau sudah berjalan, kami akan evaluasi. Dan diterapkan ke 27 pasar tradisional di Kota Malang,” tandasnya.

Baca Juga :  Berkolaborasi dengan Bank BRI, GoJek Salurkan Kredit hingga Rp 20 Juta Untuk Mitra

(TOW)

Loading...