Kemenkominfo dan Gojek Percepat Transformasi Digital Lewat Edukasi dan Pelatihan UMKM

(ki-ka dari atas, searah jarum jam) Mira Tayyiba, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Doddy Setiadi, Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Shinto Nugroho, Chief of Public Policy and Government Relations Gojek, Kevin Aluwi, Chief Executive Officer dan Co-Founder Gojek, serta Yosi Mokalu, Ketua Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi (sripoku/ril)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggandeng Gojek untuk mewujududkan akselerasi transformasi digital di Indonesia lewat edukasi pelaku Usaha Mikro dan Menengah (UMKM).

Kolaborasi itu ditandai dengan penandatanganan bersama nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) tentang Percepatan Transformasi Digital melalui Edukasi dan Pelatihan UMKM serta Masyarakat Umum, Selasa (14/9/2021).

Mira Tayyiba, Sekretaris Jenderal Kemenkominfo, mengatakan pihaknya berharap nota kesepahaman ini dapat berkontribusi terhadap digitalisasi UMKM di Indonesia. “Serta pembentukan SDM digital yang resilent dan inovatif,” ujar Mira di penandatanganan MoU.

Mira menambahkan bahwa ruang lingkup nota kesepahaman ini akan fokus pada pelatihan dan edukasi dalam rangka tata kelola keamanan digital, perlindungan data pribadi, dan peningkatan literasi digital.

Selain itu, Kemenkominfo dan Gojek juga akan melakukan pengembangan dan pendampingan dalam rangka digitalisasi UMKM, serta pelatihan kewirausahaan digital.

Kerja sama ini juga diharapkan bisa mendukung forum ekonomi digital, di mana Indonesia akan menyambut Presidensi G20 tahun 2022 mendatang.

Mira menambahkan, Kemenkominfo akan menjadi ketua untuk Digital Cconomi Working Group dalam forum internasional itu.

“Saya pikir salah satu isu yang kita angkat mengenai post recovery dari Covid-19, salah satunya adalah UMKM, saya pikir semuanya sangat nyambung. Jadi memang fokus kita ada di digital enterpreneurship,” imbuhnya.

Tangkapan layar seremoni penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemenkominfo dan Gojek untuk mengakselerasi transformasi digital di Indonesia.(Kemenkominfo)

CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan MoU ini akan memperkokoh komitmen Gojek terhadap agenda pemerintah dalam percepatan transformasi digital nasional, sejalan dengan rencana strategis Kominfo pada tahun 2020-2024 serta peta jalan Indonesia Digital tahun 2021-2024.

Kevin merinci tiga elemen utama dari kerja sama ini. Pertama adalah akselerasi kompetensi sumber daya manusia (SDM) digital. Kedua, meningkatkan literasi digital masyarakat, dan terakhir adalah mempercepat transformasi digital pada sektor ekonomi dan bisnis.

“Dengan kolaborasi ini, Gojek dapat mendukung pemerintah untuk mempercepat visi transformasi digital, memaksimalkan potensi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital di Asia Tenggara dan dunia, serta menjadi destinasi investasi utama di dunia,” ujar Kevin.

Menurut Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Gojek, Shinto Nugroho, kolaborasi ini akan berdampak positif bagi Gojek.

Secara spesifik, menurut Shinto, Gojek akan dilihat sebagai platform digital yang aman bagi pengguna dan merchant untuk memulai usaha atau memanfaatkan layanan Gojek untuk kebutuhan sehari-hari karena adanya edukasi literasi digital.

Sebelumnya, Kemenkominfo telah melakukan beberapa program pelatihan berbasis digital.

Salah satunya adalah program 1.000 Startup Digital yang bertujuan mendorong pengembangan ekosistem digital nasional.

Kemenkominfo juga memiliki program lain seperti UMKM Go Online yang bertujuan untuk mendorong UMKM dalam negeri bermigrasi ke platform digital.

Selain itu, Kemenkominfo juga memiliki program Petani Nelayan Go Online yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dan nelayan dalam memperluas pasar dan mengelola hasil produksi.

(transonlinewatch.com) Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Loading...