Kantor Pusat ‘Wajib’ Pindah ke Indonesia, Ini Tanggapan Grab

Grab Foto: Shutterstock

Transonlinewatch.com – Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia sependapat dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan soal pemindahan kantor pusat (headquarter) Grab ke Indonesia.

Menurut Bahlil, pemindahan kantor pusat Grab ke Indonesia adalah kewajiban. “Kalau ditanya itu apakah make sense atau tidak untuk dia pindah, menurut saya wajib,” kata Bahlil di Gedung Kementerian Investasi, Rabu (20/7/2022).

Menanggapi hal tersebut, Grab Indonesia buka suara. Grab menyatakan pihaknya telah meresmikan Grab Tech Center di Jakarta sejak November 2020.

“Grab Tech Center merupakan pusat inovasi Grab di Asia Tenggara yang juga berperan sebagai dual headquarter Grab di Indonesia dan ditujukan untuk melahirkan inovasi buatan Indonesia untuk pengembangan UMKM tanah air,” kata Director of Central Public Affairs Grab Indonesia Tirza Reinata Munusamy dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (20/7/2022).

Menurut Tirza, sebagai pelaku usaha yang menjalankan bisnis di Indonesia, Grab memiliki komitmen jangka panjang dan berkelanjutan di tanah Air. Grab menyatakan akan menjalankan misinya dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat yang bergantung pada platformnya.

Sebelumnya, Luhut dan Bahlil sepakat dan meminta Grab agar memindahkan kantor pusatnya ke Indonesia. Menurut Bahlil, pangsa pasar Grab justru lebih besar di Indonesia ketimbang di Singapura. Mantan Ketua Umum HIPMI itu mengatakan, dirinya telah membujuk manajemen Grab untuk pindah ke Indonesia.

“Supaya daftar perusahaannya di sini, dan aku setuju lah, itu pikiran yang harus didukung,” ungkap Bahlil.

Luhut meminta kantor pusat Grab pindah ke Indonesia. Dia berharap tidak ada lagi dual-headquarter Grab di Indonesia dan Singapura. Hal itu dikatakan Luhut saat menghadiri peluncuran Grab Electric di Kemenko Marves, Jakarta Pusat, Selasa (12/7/2022).

Luhut menyinggung Grab yang mencetak duit banyak di Indonesia, tetapi kantor pusatnya berada di Singapura. Dia juga sempat menyinggung perusahaan kelapa sawit yang melakukan hal sama.

“Bikin duitnya paling banyak di Indonesia, tinggalnya di Singapura. Itu kelapa sawit juga disuruh pindah semua, jadi biar Indonesia hebat, yang membikin Indonesia hebat itu kita,” tuturnya.

(tow) Artikel ini telah tayang di detik.com

Loading...