Kantor Maxim Tasikmalaya Digeruduk Ratusan Mitra Driver, Tolak Program Thermobag

Ratusan pengendara ojeg online (Ojol) yang tergabung dalam Komunitas Maxim Bersatu Tasikmalaya (KMBT) menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Cabang Maxim di Jalan Peta Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya. Selasa (32/1/2023) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES I

Ratusan pengendara ojeg online (Ojol) yang tergabung dalam Komunitas Maxim Bersatu Tasikmalaya (KMBT) menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Cabang Maxim di Jalan Peta Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya. Selasa (32/1/2023)

Di depan Kantor Cabang Maxim Transportasi Online para pengendara ojol melakukan orasi silih berganti. Nampak beberapa pengendara ojol membentangkan poster yang berisi tuntutan atas ketidakadilan terhadap driver ojol khususnya Maxim di Tasikmalaya.

Kedatangan mereka ke Kantor Cabang Maxim menyampaikan pernyataan untuk menolak keras atas kebijakan-kebijakan aplikator maxim yang terasa sangat merugikan driver, diantaranya pemberlakuan penutupan pendaftaran driver maxim di Tasikmalaya karena dipandang driver sudah banyak dari pada Customer Maxim, hal itu berbuntut pada orderan sepi/anyep setiap harinya.

Para driver menolak dengan tegas pemberlakuan prioritas program thermobag yang terkesan tidak masuk akal dan terlihat seperti bisnis aplikator yang menimbulkan kerugian kepada driver. Dimana akun prioritas thermobag lebih gacor (lebih banyak order) dari pada akun prioritas biasa.

Para pengunjuk rasa menuntut segera diadakannya klaim untuk Food&Shop agar driver tidak merasa takut akan order fiktip dan merasa aman dan nyaman ketika membawa orderan Food&Shop.

Para pengunjuk rasa meminta kepada pihak aplikator khususnya perwakilan Kantor Maxim Cabang Tasikmalaya, bisa mendengar aspirasi menjawab atas keresahan yang terjadi selama ini.

Apabila pihak aplikator belum bisa menjawab ataupun merealisasikan tuntutannya KMBT bertekad untuk melanjutkan perjuangan hak-haknya dengan penyampaian aspirasinya ke Pj Wali Kota dan DPRD Kota Tasikmalaya.

Seorang driver ojol Maxim warga Kecamatan Cigeureung, Kota Tasikmalaya yang enggan disebut namanya kepada TIMES Indonesia mengungkapkan dirinya sudah setahun lebih menggeluti profesi sebagai pengendara Ojol.

“Saya sudah setahun jadi Ojol, pendaftaran manajemen maksim terus dibuka, padahal ojol maxim di Tasik sudah banyak sekitar 2000 pengendara lebih, dan itu yang membuat order jadi sepi, paling kebagian hanya dua atau tiga kali order,”keluhnya, Selasa (31/1/2023)

Ia pun mengeluhkan program thermobag yang dipandang tidak adil, karena percuma saja melakukan konsisten terhadap kesiapan menyalakan aplikasi kalau hasil orderannya tetap sepi alias anyep. “Dari setengah enam pagi saya konsisten nyalakan aplikasi, tapi percuma order paling banyak cuma tiga sehari, sedangkan yang membeli thermobag bisa nyampe 35 order,”tururnya.

Sementara itu usai aksi Kepala Cabang Maxim Tasikmalaya Harry Purwanto mengatakan membenarkan atas keresahan yang dirasakan oleh para pengendara ojol Maxim di Tasikmalaya, dirinya akan meneruskan aspirasi ini ke jenjang manajemen yang lebih tinggi, karena Kantor Cabang tidak memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan yang tuntut oleh para pengendara.

“Masalah rekuitmen masih dilakukan karena kita masih kekurangan driver, sehingga ini mengakibatkan terhadap layanan konsumen, dimana banyak order yang cancel karena order yang over,” terangnya.

Ditanya soal jumlah mitra pengendara yang sudah bergabung dengan manajemen Maxim di Tasikmalaya Harry tidak dapat menyebutkan karena itu merupakan rahasia dalam proses pengelolaan bisnis manajemennya.

“Perihal prioritas order pada akun yang sudah masuk program thermobag itu memang benar, dan ini merupakan program Maxim skala nasional yang baru diberlakukan sekitar dua minggu,” pungkasnya.

(tow) Artikel ini telah tayang di timesindonesia.com

Loading...