Jadi Korban Perampokan, Begini Kondisi Driver Taksi Online di Palembang Setelah Dioperasi

Driver taksi online korban begal, saat dirawat di Rumah Sakit

Pascamenjadi korban perampokan, Jumat (18/9/2020), Rian (34) suami dari Yolanda yang saat ini masih dirawat di RS Myria, berharap suaminya lekas sembuh.

“Sampai dengan hari ini keadaan suami saya kondisinya masih lemah pascaoperasi,” ujar Yolanda saat dihubungi via telepon, Minggu, (20/9/2020).

Dikatakannya, pascamusibah yang menimpa keluarga kecilnya, keadaan ekonomi keluarganya stagnan atau berfokus pada kesembuhan suami.

“Ya mas, mata pencarian kami hanya di Gocar ini saja. Uang belum ada pemasukkan, bantuan memang ada dari komunitas dan keluarga. Tapi masih berfokus di sini,” jelasnya.

Yolanda berharap suaminya dapat sembuh total agar keadaan ekonomi keluarganya berjalan dengan lancar. Kata dia, dari pekerjaaan suaminya menjadi sopir Gocar, sudah menghidupi kedua orang anaknya

Baca Juga :  Tetap Semangat Narik, Driver Go-Jek Sepuh dan Tremor Ini Bikin Warganet Iba

Sebelumnya, setelah tiga hari menghilang dibawa oleh pelaku perampokan, mobil milik Rian, akhirnya ditemukan. Kabar itu diketahui dari Ikhsan, rekan sesama driver. Mobil Agya BG 1216 BC ditemukan di daerah Banyuasin.

Pantauan Sumselupdate.com, mobil korban sudah berada di Halaman Mapolda Sumsel. Mobil yang semula berwarna putih sudah mengalami perubahan di bagian depannya. Di mana sudah dicat warna hitam sampai ke Bamper depan mobil. Keadaan plat polisi juga tidak ada lagi.

Korban Rian mendapat tiga luka tikaman di bagian kepala, leher, dan dada. Saat aksi perampokan terjadi, Rian berusaha keluar dari mobil miliknya. Korban sempat berjalan 400 meter dari tempat kejadian perkara di Simpang Soak Simpur, Sukabangun II, Kecamatan Sukarame, Palembang, dan meminta pertolongan kepada pengemudi kendaraan yang melintas.

Baca Juga :  Masuk ke Bangkalan, Transportasi Online Terkendala Faktor Perizinan

Namun diduga kondisi masih gelap, tak satu pun pengemudi kendaraan berhenti untuk menolong korban. Hingga korban pun berjalan tertatih-tatih menuju Jalan Noerdin Pandji Palembang dan menghampiri salah satu satpam SPBU yang berada di dekat simpang Bandara untuk meminjam telepon genggam.

Dari handphone petugas SPBU tersebut, korban berhasil menghubungi teman satu komunitasnya bernama Fadli guna memberi tahu jika dirinya menjadi korban perampokkan dari penumpangnya.

Sebagaimana diketahui perampokan ini berawal saat korban mendapatkan orderan pukul 04.10 WIB di Jalan Sukabangun II, Soak Simpur Palembang menuju Hotel Twin Star Jalan Sukajadi, Sukomoro, Kabupaten Banyuasin.

Pelaku saat memesan Gocar menggunakan akun atas nama Cahyoandhika. Mendapat orderan, korban menjemput konsumen tersebut yang ternyata berjumlah dua orang laki-laki.

Baca Juga :  Wawali Balikpapan Sebut Penghapusan Taksi Online Harus Sesuai Undang- Undang

Di tengah perjalanan tepatnya di Simpang Kades Palembang, korban diminta untuk putar balik oleh penumpangnya dengan alasan dompetnya ketinggalan.

Memasuki Jalan Noerdin Pandji Palembang mengarah ke Simpang Soak Simpur, pelaku langsung menusuk korban dengan pisau ke arah kepala, leher, dan dada korban. Mendapat serangan mendadak itu, korban keluar mobil dan berlari meminta pertolongan. Setelah korban melarikan diri, kedua pelaku melarikan mobil Toyota Agya BG 1216 BC, dompet, dan handphone milik korban.

(TOW)

Loading...