Investor Grab Jual Saham Uber Rp28,2 Triliun

Softbank Group melalui Vision Fund menjual 38 juta saham Uber senilai US$2 miliar atau sekitar Rp28,2 triliun. Ilustrasi. (AFP/KAZUHIRO NOGI).

SoftBank Group menjual saham Uber senilai US$2 miliar atau sekitar Rp28,2 triliun (asumsi kurs Rp14.100 per dolar AS). Penjualan dilakukan di tengah meningkatnya harga saham perusahaan aplikasi transportasi berbasis daring (ride-hailing) itu.

Melansir AFP, Selasa (12/1), penjualan dilakukan oleh Vision Fund, perusahaan afiliasi Softbank. Tercatat pada lama Uber, Vision Fund menjual 38 juta saham seharga US$53,46 per lembar.

Kendati demikian, Vision Fund tetap menjadi pemegang saham mayoritas Uber dengan porsi 10 persen atau sekitar US$10 miliar.

SoftBank memang banyak menanamkan modalnya pada platform ride-hailing selama beberapa tahun terakhir. Selain Uber, SoftBank juga berinvestasi pada Didi Chuxing di China, Grab di Singapura, dan Ola di India.

Baca Juga :  Predatory Pricing Ojek Online, Mematikan Perusahaan Lawan

Perusahaan asal Jepang itu harus menelan pil pahit saat harga saham Uber terjun bebas usai melantai di bursa saham pada 2019. Harga saham Uber makin terpuruk ketika sejumlah negara menerapkan penguncian wilayah (lockdown) yang menekan permintaan transportasi.

Hingga akhir Maret, harga saham Uber merosot ke bawah US$15 dari harga awal US$42 per lembar.

Namun, prospek platform ride-hailing terlihat cerah mengingat permintaan untuk pengantaran makanan meledak saat masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Imbasnya, harga saham Uber ikut terdongkrak.

Sebagai informasi, saham Softbank naik 0,8 persen ke 8.050 yen di bursa Tokyo pada perdagangan pagi ini.

(TOW) Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia.

Baca Juga :  Kembali Terjadi, Taksi Online Dicegat dan Mobil Dirusak Sekelompok Pemuda Bermotor
Loading...