Integrasi Layanan KRL Commuter Line dengan Gojek Lewat GoTransit, Instran: No Problem

Gambar tangkapan layar gojek.com

Institut Studi Transportasi (Instran) mengusulkan agar ke depannya pembayaran tiket perjalanan kereta rel listrik (KRL) bisa menggunakan fitur pembayaran dari Gojek yaitu Gopay.

Direktur Eksekutif Instran Deddy Herlambang menyebut kalau integrasi antarmoda hanya dapat dilakukan oleh transportasi yang sama-sama masuk dalam kategori angkutan umum bertrayek. Bukan paratransit seperti ojek (konvensional/online), bajaj, dan taksi.

“Kalau PT KCI [Kereta Commuter Indonesia] mau mengintegrasikan aplikasinya dengan Gojek, no problem. Mungkin nanti tapping atau pembayaran KMT bisa dengan aplikasi Gopay karena integrasi keduanya by aplikasi,” katanya, Selasa (18/1/2022).

Sebagaimana diketahui, Gojek melalui fitur GoTransit mengintegrasikan layanannya dengan layanan KRL Commuter Line. Dengan integrasi ini, penumpang akan dapat membeli tiket KRL lewat aplikasi Gojek, merencanakan paket perjalanan bundling menggunakan GoRide/GoCar dan KRL, serta menikmati fasilitas titik jemput atau area tunggu yang sejak beberapa tahun belakangan ini telah Gojek bangun di beberapa stasiun KRL.

Selain itu, pengguna juga dapat melakukan pembayaran dengan menggunakan GoPay, atau opsi lain seperti LinkAja.

Head of Global Transport Marketing Gojek Amanda Parikesit mengatakan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT KCI, Gojek berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman mobilitas multi-moda terbaik bagi masyarakat, mengingat selama ini berdasarkan data, 11 Stasiun KRL di Jabodetabek paling sering digunakan sebagai titik asal/tujuan layanan transportasi Gojek.

“Kita ingin menciptakan bagaimana hanya dengan satu aplikasi Gojek mereka [pengguna KRL] benar-benar bisa dari door to door sudah mendapatkan solusi transportasi terintegrasi. Jadi itu sih yang akan kita fokuskan di 2022 ini,” ujar Amanda dalam konferensi pers virtual, Selasa (18/1/2022).

Sementara itu Pusat Kajian Transportasi & Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan fakta bahwa mayoritas masyarakat atau pengguna jasa transportasi online seperti Gojek berharap adanya integrasi layanan dengan angkutan umum massal.

Peneliti Pustral UGM Muhammad Zudhy Irawan mengatakan dalam penelitian yang dilakukan, 76,12 persen responden mendukung apabila layanan transportasi umum dan layanan ride-hailing (transportasi online) bisa bekerja sama.

“Semakin sering orang menggunakan angkutan umum, maka semakin sering orang tersebut menggunakan layanan ride-hailing,” ujarnya.

Menurut dia, kehadiran Gojek sebagai penyambung antarmoda transportasi dan berfungsi sebagai first-mile dan last-mile yang akan semakin memudahkan mobilitas masyarakat. Inovasi kedua jenis transportasi ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat sebagai pengguna jasa.

(transonlinewatch.com) Artikel ini telah tayang di Bisnis.com

Loading...