Ini Penyebab Kemenhub Minta Ojol yang Masih Berkeruman Diberi Sanksi

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Kemenhub akan meminta operator untuk menertibkan ojek online (ojol) yang tidak menaati protokol corona. Selama ini, pelanggaran yang sering terjadi adalah banyaknya kerumunan ojek online, bahkan tak jarang berbicara tanpa masker.

“Yang kerumunan ini memang harus kita lakukan peringatan pada operator [ojol] agar mereka mengimbau bahkan memberikan sanksi jika mereka (pengemudi) melakukan kerumunan,” ujar Menhub Budi Karya Sumadi dalam diskusi virtual ‘Potensi Penyebaran COVID-19 Ketika Libur Panjang’, Rabu (21/10) seperti dilansir dari Kumparan.com.

Budi Karya memastikan pihaknya selalu berkoordinasi dengan operator dan paguyuban ojek online. Ia mengaku membutuhkan upaya khusus untuk melarang pengemudi berkerumun.

“Karena kalau berkerumun biasanya ngobrol, kalau ngobrol pasti kadang-kadang buka masker, ini yang menjadi potensi penularan,” tuturnya.

Baca Juga :  Dukung PSBB di Banjarmasin, Ojol Online Ini Bingung Lunasi Cicilan

Budi Karya menilai, sebetulnya operator mudah memantau pergerakan para pengemudi. Operator bisa melacak mereka lewat sinyal GPS yang ada di aplikasi ponsel.

“Makanya sebetulnya posisi mereka kan diketahui oleh operator. Jadi kalau mereka bisa mengendalikan, ‘ayo nyebar ke beberapa titik, sehingga kerumunan tidak lebih dari 5 orang, mereka dianjurkan selalu di-mention, diperingatkan operator, jangan lakukan kerumunan,” tutur Budi Karya.

(TOW)

Loading...