Ini Penjelasan Jasa Raharja Soal Santunan untuk Penumpang Ojek Online

Sepeda motor di persimpangan Jalan Soekarno-Hatta dengan Jalan Terusan Kiaracondong, Selasa (13/10/2020).*** /Dudih Yudiswara

Jasa angkutan umum di wilayah perkotaan saat ini sangat diperlukan. Terbukti dengan kian padatnya penduduk mobilitas dalam kegiatan sehari-hari semakin tinggi.

Namun yang menjadi kebutuhan masyarakat tersebut belum terjangkau satu trayek angkutan. Pengguna angkutan umum sering harus naik-turun angkutan beberapa kali untuk mencapai tujuan hingga pengeluaran pun berlipat.

Tidak tersedia angkutan umum yang memadai untuk memperlancar pergerakan, kehadiran ojek online pada 2015, memdapat sambutan positif. Warga di kota besar yang membutuhkan angkutan cepat sangat terbantu dengan adanya ojek online.

Untuk bepergian, warga mendapat kemudahan dengan layanan ojek online di jemput di lokasi. Selain itu, menghemat ongkos karena pengeluaran lebih hemat dibanding menggunakan jasa angkutan lain.

Baca Juga :  Rumah Luna Maya Disatroni Sejumlah Driver Ojek Online, Ada Apa?

Terhadap kondisi tersebut pelaksana bagian Asuransi PT Asuransi Kecelakaan (AK) Jasa Raharja Jawa Barat, Heri, mengungkapkan penumpang ojek online di mata PT AK Jasa Raharja, mempunyai kedudukan yang sama dengan penupang sepeda motor umumnya.

“Meski penumpang ojek online dikenakan tarif angkutan tapii kedudukannya sama dengan penupang sepeda motor umumnya,” ujar Heri ditemui di ruang kerjanya, Rabu 14 Oktober 2020, seperti dilansir dari portalbandungtimur.

Penumpang sepeda motor, katanya, baik ojek online maupun bukan, ketika kecelakaan tunggal tidak mendapat santunan dari PT AK Jasa Raharja. Kecuali kecelakaan lalu lintas yang menimpanya melibatkan dua atau lebih kendaraan bermotor.

“Selama kecelakaan tunggal, mau sepeda motor ojek online maupun bukan, penumpangnya tidak mendapat santuan dari Jasa Raharja,” katanya.

Baca Juga :  Kesejahteraan Lebih Terjamin, Ribuan Driver Grab Hijrah ke Gojek

Ia mengatakan, penumpang sepeda motor mendapat santunan dari iuran yang dibayarnya setahun sekali. Pemilik sepeda motor setiap membayar pajak kendaraan bermotor, dikenakan iuran SWDKLLJ.

“Jadi, santunan yang diberikan kepada penumpang ojek online maupun bukan, ya dari SWDKLLJ. Berbeda dengan penumpang bus atau kereta api, santunan diberikan karena dalam tarif angkutannya sudah termasuk membayar iuran asuransi kecelakaan,” ujarnya.

(TOW)

Loading...