History Gmap Membuktikan Driver Gocar Ari Darmawan Tidak Pernah Melewati TKP

Hari ini, tanggal 10 Maret 2020 Ari Darmawan, driver Gocar yang diduga menjadi korban salah tangkap aparat kepolisian memasuki tahapan sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Ari ditangkap atas tuduhan melakukan pencurian yang disertai kekerasan.

Kasus ini bermula pada September 2019. Saat itu, Ari mendapat pesanan dari calon penumpangnya, Suhartini, yang meminta dijemput dari daerah Kemang, Jakarta Selatan, menuju daerah Damai Raya Cipete sekitar pukul 03.40 WIB. (Baca : LBH Mawar Saron: Kronologi Perkara dan Fakta Persidangan Kasus Ari Darmawan Sopir Taksi Online Korban Kriminalisasi)

Saat dihubungi, Suhartini tidak mengangkatnya. Ari kemudian tetap melanjutkan kerjanya.

Namun, keesokan harinya, Ari justru ditangkap setelah dituduh melakukan tindak pencurian dan kekerasan terhadap Suhartini dan temannya, Amalia.

“Bak petir di siang bolong, keesokan harinya Ari ditangkap oleh pihak Kepolisian Polres Jakarta Selatan atas tuduhan melakukan ‘pencurian dengan kekerasan’ terhadap korban yakni Suhartini dan temannya Amalia,” ucap kuasa hukum Ari dari LBH Mawar Saron, Ditho Sitompoel, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/3) lalu.

Baca Juga :  Cerdas! Memaksimalkan Peran Driver Ojol, Perusahaan ini Ubah Cara Beriklan

Dalam persidangan, Suhartini mengaku saat kejadian dirinya dalam perjalanan pulang dari kelab malam, Venue. Meski demikian, Suhartini mengaku tak minum minuman beralkohol.

“Pada saat itu kejadian jam berapa?” tanya penasihat hukum Ari, Hotma Sitompul, kepada korban di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Rabu (12/2/2020).

“Sekitar pukul 03.40 pagi,” jawab Suhartini dalam persidangan yang dipimpin hakim ketua Achmad Guntur.

Suhartini begitu yakin terdakwa Ari Darmawan lah orang yang merampas ponsel sambil menodongkan golok saat ia menumpang taksi online.

Hal itu disampaikan Suhartini saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Ari Darmawan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2020).

“Ciri-cirinya sama. Posisi saya sangat dekat dengan dia (pelaku),” kata Suhartini saat ditanya kuasa hukum terdakwa apakah sopir yang dimaksud adalah Ari Darmawan.

Baca Juga :  Tulis Ojol Dilarang Masuk, Begini Penjelasan Restoran

Bahkan, Suhartini hapal pelat nomor mobil yang ia tumpangi dan golok yang digunakan pelaku.

“Mobil warna silver, nomornya 2908. Gagang goloknya cokelat agak gelap, bilah pisaunya tidak seperti pada umumnya,” ujar dia.

Ia mengaku tidak ingat perihal pakaian yang digunakan pelaku.

Pasalnya, kata Suhartini, kondisi penerangan agak gelap saat ia ditodong golok oleh pelaku.

“Waktu di Taman Gunawarman itu posisinya agak gelap, tapi masih banyak mobil yang lewat,” ucap Suhartini.

Data dari Google Map , Ari Darmawan Tak pernah Berada di TKP dan Tidak Pernah Bertemu Korban

Bukti google map account milik ari darmawan yang membuktikan bahwa terdakwa (ari darmawan) tidak berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan tidak pernah bertemu dengan saksi korban

Baca Juga :  Luka Tembak dan Sayatan, Driver Ojol di Jogja Kesulitan Bayar Biaya RS

1. Pada tanggal 4 september 2019, terdakwa melewati jalan Pangeran Antasari tetapi tidak membelokkan mobilnya ke jalan Gunawarman

2. Pada tanggal 4 september 2019, terdakwa tidak melewati jalan Gunawarman dan Taman Gunawarman

3. Pada tanggal 4 september 2019, terdakwa tidak melewati jalan Gunawarman

4. Pada tanggal 4 september 2019, terdakwa tidak melewati jalan Senopati

Terdakwa tidak membelokkan mobilnya dari jalan Pangeran Antasari menuju ke jalan Gunawarman

(transonlinewatch.com)

* https://kumparan.com/kumparannews/sopir-taksi-online-yang-diduga-jadi-korban-salah-tangkap-hadapi-persidangan-1szpZ5oOQDv
** https://news.detik.com/berita/d-4896900/sidang-sopir-taksi-online-ari-darmawan-korban-pulang-dari-kelab-malam
*** https://jakarta.tribunnews.com/2020/02/12/korban-meyakini-ari-darmawan-sopir-taksi-online-yang-todongkan-golok-tapi-lupa-warna-pakaian?page=all

Loading...