Hasil Kesepakatan Bersama, Taksi Online di Banjarmasin Bebas Jemput Penumpang di Manapun

Konflik antara angkutan konvensional dan angkutan daring dipastikan bakal berkurang. Kedua belah menyepakati tiga opsi yang ditawarkan Dinas Perhubungan, di antaranya, taksi konvensional bisa bergabung dengan taksi berbasis aplikasi (daring).

Rusdiansyah, Kadishub Provinsi Kalsel mengatakan selama ini taksi daring tidak boleh menjemput penumpang di bandara dan mall yang telah bekerjasama dengan taksi konvensional. Dengan ada kesepakatan itu, nanti taksi daring boleh menjemput penumpang di titik tersebut.

Baca:Taksi Konvensional di Kalsel Mau Bergabung Jadi Taksi Online, Ini Syaratnya

Masih kata Rusdiansyah, kesepakatan ketiga yaitu adanya batasan tarif batas atas dan batas bawah yang berlaku untuk seluruh angkutan di Kalsel.

Tarif angkutan nantinya akan mengikuti ketetapan pemerintah, yaitu berdasarkan Peraturan Dirjen Perhubungan Darat : SK.3244/Aj.81/DJBD/2017 tentang dasar atas dan dasar bawah Rp 3.700/km dan batas atas rp 6.500/km. Tarif itu akan diujicobakan selama tiga bulan.

Baca Juga :  Nanda, Driver Ojek Online yang Diburu Ridwan Kamil Akan Berjumpa Malam Ini

Pemerataan tarif ini, jelas Rusdiansyah, harus dilakukan agar tak ada tarif yang lebih mahal dan lebih murah. Selama ini tarif taksi konvensional dianggap lebih mahal dibanding taksi daring. Dengan batas atas dan bawah, maka taksi konvensional bisa bersaing dengan taksi daring.

Baca: Pengamat: Transportasi Online Diminati karena Lebih Cepat, Mudah, Nyaman dan Murah

Hasil kesepakatan itu tegasnya merupakan kesepakatan resmi antara Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Biro Hukum Setda Prov Kalsel, Organda Prov Kalsel, Organda Cabang Banjarmasin, Organda Cabang Banjarbaru, Perwakilan Grab serta perwakilan Online Gojek, pengusaha angkutan konvensional dan online beberapa waktu lalu.

Poin-poin ini nanti nya akan disahkan sebagai Peraturan Gubernur tentang penyelenggaraan Angkutan sewa Khusus menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi (online) di wilayah Kalimantan Selatan.

Baca Juga :  Wuih! Bertandang ke Istana Merdeka, Ketum PSI Grace Natalie Pilih Naik Go-Jek

“Segera akan kita buat Pergubnya dari kesepakatan ini,” kata Rusdiansyah.

Materi dari kesepakatan itu akan disampaikan ke Karo Hukum Pemprov Kalsel dan kemudian disampaikan ke gubernur. Selain itu kini pihaknya sedang menggodok pembatasan kuota pemberian izin taksi online di Kalsel. Pembatasan Kouta itu berdasar luas wilayah provinsi Kalsel, jumlah penduduk dan jumlah taksi konvensional di Kalsel.

Dengan adanya beberapa pertimbangan itu, menurut Rusdiansyah, taksi daring diharapkan tak mati karena jumlahnya terlalu banyak atau justru jumlah taksi daring terlalu sedikit mengakibatkan terlantarnya calon penumpang.

Sementara itu, Rustam, pengawas taksi bandara Kojatas yang juga sopir taksi Kojatas mengatakan, pihaknya memang terlibat dalam pertemuan di Dishub Kalsel beberapa waktu lalu yang menghasilkan beberapa kesepakatan. Namun dia mengaku tidak tahu jika kesepakatan itu dianggap sudah final.

Pasalnya, sebut dia, akan diadakan pertemuan kedua yang kembali membahas tentang taksi daring dan konvensional.

Baca Juga :  Sindikat Pengedar Narkoba yang Nyamar jadi Driver Ojek Online Berhasil Dibekuk Polres Jakbar

Terkait taksi daring boleh masuk ke Bandara Syamsudin Noor, Rustam dengan tegas menolak. Pasalnya, pihaknya sudah membayar sewa ke Angkasa Pura. “Kita sudah bayar sewa ke Angkasa Pura beda dengan taksi daring,” ujarnya.

Baca: Pengamat Transportasi Mempertanyakan Larangan Transportasi Online Masuk Bandara

Sementara terkait batas atas dan bawah, dia menyatakan tak bisa mengikutinya karena pihaknya dibebankan setoran mobil. “Setiap bulan sopir taksi konvensional minimal menyetor Rp 3 juta bahkan lebih,” ujarnya.

Sementara untuk melebur menjadi taksi daring, Rustam berujar bisa memertimbangkannya Yag jelas, untuk bandara, Kojatas sudah melakukan sewa.

“Kami mau saja pindah ke online, tapi dari bandara juga jangan meminta ba­yaran dari kami, kalau sudah seperti itu silakan taksi online masuk ke bandara,” pungkasnya.

(tribunnews/tow)

 

Loading...