Hanya dalam 4 bulan, Sekitar 100.000 Mitra UMKM Go Online Melalui Platform Gojek

Ilustrasi GoFood

Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat banyak masyarakat mulai beralih ke dunia digital, termasuk dalam hal transaksi.

Banyak dari mereka yang saat ini bertranskasi dengan memanfaatkan berbagi fitur-fitur yang ada di platform digital.

Head of Merchant Platform Business Gojek Novi Tandjung mengatakan saat ini telah terjadi pertumbuhan jumlah UMKM yang bergabung ke ranah digital melalui platform Gojek.

Ia menyebut ada sekitar 100.000 mitra UMKM yang sudah bertransformasi dan memanfaatkan digitalisasi selama pandemi Covid-19 mewabah di tanah air.

“Kami melihat para pelaku UMKM di Indonesia betul-betul lincah dan mampu bergerak cepat. Hanya dalam 4 bulan, sudah ada sekitar 100.000 mitra UMKM yang Go Online dengan memanfaatkan platform Gojek,” ujarnya saat diskusi virtual, Jumat (10/7/2020) seperti yang ditulis oleh Kompas.com.

Baca Juga :  Menkop UKM Cek Langsung Gojek Bantu UMKM Kuliner Lewat Dapur Bersama GoFood

Novi juga berpendapat kondisi pandemi ini yang menjadi pendorongnya. Sehingga banyak masyarakat yang memilih untuk bertransaksi secara digital di Gojek.

Ia juga menyebut banyak pertumbuhan transaksi yang terjadi di platformnya seperti layanan transaksi di GoFood yang meningkat tiga kali lipat, layanan transaksi GoMart juga naik tiga kali lipat dan layanan pengiriman barang mengalami kenaikan sebesar hampir 90 persen.

Novi juga meminta para pelaku usaha untuk perlu beradaptasi dengan situasi yang baru yang harus menerapkan secara ketat berbagai protokol kesehatan, dengan menjaga jarak satu sama lain, memperhatikan kebersihan serta harus menggunakan masker.

Di lain sisi, Novi juga mengatakan perusahaanya telah melakukan studi terhadap para mitra UMKM- nya untuk memahami bagaimana keadaan para mitra UMKM-nya selama pandemi ini.

Baca Juga :  Terkejut! Driver Ojek Online ini Mirip Rico Ceper

Novi mengaku memang ada beberapa mitra UMKM yang mengalami kesulitan selama pandemi ini.

“Mereka mengaku memang mengalami kesulitan, tetapi sekitar 82 persen dari mereka optimis untuk bisa bangkit. Mereka yakin bisa bertahan dan kembali bangkit lagi,” katanya.

Selain itu, Novi mengatakan 5 dari 10 mitra UMKM ternyata tidak mengubah produk yang mereka jual.

Tetapi para UMKM lebih memilih untuk mengubah variasi penawarannya dan melakukan berbagai promosi untuk bisa bertahan.

Sementara sebagian mitranya lagi, kata dia, telah menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan yang saat ini masih belum stabil.

“Kami terus berupaya menggali informasi dari mereka dan ternyata ada setengahnya yaitu 5 dari 10 pelaku UMKM yang tidak mengubah produknya, melainkan mereka lebih memilih untuk melakukan pivoting untuk tetap terus bertahan di tengah pandemi ini,” kata dia.

Baca Juga :  PSBB Jakarta Berakhir 4 Juni, Asosiasi Ojol Berharap Bisa Bawa Penumpang Lagi

(TOW)

Loading...