Hadirnya Gojek dan Tokopedia Meningkatkan Jumlah Wirausaha

Ilustrasi - Grup GoTo. (ANTARA/Grup GoTo)

Riset yang dilakukan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) menyebutkan, aksi merger antara dua perusahan teknologi unicorn di Indonesia, yaitu Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo diprediksi akan meningkatkan jumlah wirusaha di Indonesia.

Riset itu juga menyebutkan penggabungan Tokopedia Gojek menjadi GoTo berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian baik secara nasional maupun pada tingkat kabupaten dan kota. Tim Peneliti LPEM UI, Prani Sastiono mengungkapkan selama 2010-2019 dampak signifikan terlihat pada menurunnya tingkat kemiskinan.

Yang menarik, penurunan kemiskinan terutama terjadi di wilayah kabupaten sebesar 0,443 bps. Hadirnya Tokopedia dan Gojek juga meningkatkan jumlah wirausaha sebesar 2,3%, internet entrepreneurs naik 0,22 bps, dan marketplace entrepreneurs naik 0,03 bps.

Keberadaan Tokopedia dan Gojek menurunkan entry barriers dalam mendirikan usaha, sehingga mendorong lebih banyak orang/pekerja untuk berwirausaha,” paparnya.

Baca Juga :  Ratusan Pengemudi Ojek Online di Kota Jambi Mendapat Vaksinasi

Prani menjabarkan, dampak signifikan juga terjadi pada kepemilikan rekening tabungan dan kepemilikan asuransi rumah tangga terutama di wilayah kota, masingmasing sebesar 0,9 bps dan 3,45 bps.“Dampak makro ekonomi, seperti dampak terhadap PDB dan pengeluaran, secara rata-rata saat ini masih terbatas dan lebih kuat pada daerah perkotaan, yang mengindikasikan perlunya perbaikan akses terhadap ekonomi digital, sehingga dampak positif ekonomi digital dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

“Walaupun demikian, temuan riset mengindikasikan bahwa dampak yang diciptakan bertumbuh sepanjang waktu,” ujarnya

Di sisi lain, Chaikal memaparkan, merger Gojek-Tokopedia akan meningkatkan nilai tambah hampir di seluruh lini bisnis GoTo. Merger berpotensi meningkatkan jumlah transaksi dan jumlah pengguna baru. Melalui penghematan biaya dan peningkatan produktivitas, diperkirakan akan ada 20,4 juta tambahan pengguna layanan same day/instant courier melalui Tokopedia, tambahan 1,3 juta transaksi oleh pengguna lama tokopedia dan 2 juta tambahan transaksi dari pengguna lama Gojek.

Baca Juga :  Beri Rasa Aman dan Nyaman, Posko J3K Gojek Ini Periksa 1.000 Driver Setiap Hari

“Jumlah pengguna baru juga naik, di mana diperkirakan akan terdapat 3,9 juta pengguna baru Gojek, 9,1 juta pengguna baru Tokopedia, 15,2 juta pengguna baru dompet digital, dan 589 ribu penjual terdaftar baru di Tokopedia,” kata Chaikal

Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Agustinus Prasetyantoko juga menyampaikan bahwa dampak dinamis kontribusi Gojek dan Tokopedia terhadap perekonomian berpotensi besar untuk terus tumbuh di masa depan.

Selain itu, Agustinus juga mengatakan, walaupun kondisi pandemi COVID-19 memberi tantangan serius bagi ekonomi Indonesia, ternyata industri berbasis informasi dan teknologi menemukan momentumnya yang baik sekali untuk terus berkembang dan memperluas peluang demi membantu memulihkan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Asosiasi Korea di Batam Bakal Bagikan Makan Siang Gratis ke Driver Ojek Online

IPO hasil merger Gojek dan Tokopedia juga dapat mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di sektor keuangan yang dapat berkontribusi pada financial deepening,” ungkap Agustinus.

Sebagai informasi, dalam memperkirakan kontribusi dampak ekonomi GojekTokopedia, LPEM UI menggunakan hasil survey dengan metode stratified random sampling. Sementara untuk mengukur dampak keberadaan Tokopedia dan Gojek selama 2010-2019 di tingkat kabupaten kota, LPEM menggunakan metode Two-Way Fixed Effects (TWFE) with Group-Time Average Treatment on Treated (ATT) Estimator dan Instrumental-Variables (IV)

(TOW)

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com

Loading...