Hadirkan Generasi GIGIH, YABB dan GoTo Bantu Percepat Transformasi Digital

Foto: istimewa/detik.com

Generasi GIGIH kembali diadakan di 2022 oleh Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) dan GoTo Group sebagai program pengembangan talenta teknologi muda Indonesia. Generasi GIGIH 2.0 yang merupakan bagian dari program Kampus Merdeka Studi Independen, dirancang agar generasi muda dapat menjadi talenta teknologi yang mampu mengikuti industri teknologi yang berkembang pesat.

Program ini diharapkan bisa membantu mempercepat transformasi digital sekaligus menjadikan teknologi sebagai pembawa perubahan positif di Indonesia.

Chairwoman Yayasan Anak Bangsa Bisa, Monica Oudang berharap program Generasi GIGIH kali ini dapat kembali menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri dan mempunyai cara berpikir baru dalam memecahkan masalah.

“YABB yang merupakan bagian dari GoTo Group, dilahirkan untuk mendobrak batasan agar memberikan dampak yang mengakar dan berkelanjutan. Selain kolaborasi dan pola pikir yang tepat, teknologi dan inovasi adalah unsur mendasar dalam setiap langkah kami termasuk dalam mewujudkan program Generasi GIGIH,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/1/2022).

“Kami berharap lulusan Generasi GIGIH akan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan mempunyai cara berpikir baru dalam memecahkan masalah, sehingga nantinya mereka bisa menjadi changemakers (pembuat perubahan),” imbuhnya.

Lebih lanjut Monica menjelaskan 57% lulusan Generasi GIGIH 1.0 mendapatkan tawaran langsung menjadi karyawan setelah menyelesaikan magang di mitra industri YABB. Kesuksesan inilah yang menjadi sinyal bagi pihaknya untuk terus memberikan dampak yang lebih besar lagi.

“Tahun lalu, hampir seribu peserta mengikuti proses belajar berjenjang melewati beberapa tahap penyisihan, dan bagi yang berhasil sampai ke tahap akhir dapat menjalankan magang di mitra industri kami,” ujarnya,

“Kami bangga, 57% lulusan Generasi GIGIH tahap akhir tersebut mendapatkan tawaran langsung menjadi karyawan dari mitra industri. Kesuksesan Generasi GIGIH 1.0 ini memberikan kami sinyal untuk membuat dampak yang lebih besar lagi,” tandasnya.

Generasi GIGIH merupakan program yang inklusif karena program ini tidak dipungut biaya dan terbuka untuk mahasiswa yang masih aktif di semester akhir serta lulusan dari SMK dan perguruan tinggi di Indonesia, tidak terbatas untuk jurusan atau ilmu terkait teknologi. Pada Generasi GIGIH 2.0, proses penyisihan di setiap tahap pembelajaran pun sudah ditiadakan sehingga setiap peserta punya kesempatan yang sama untuk mempraktikkan ilmu yang didapat di tahap akhir.

Sebagai jembatan menuju industri teknologi, Generasi GIGIH memberikan paket kompetensi yang lengkap dan terkini, kesempatan untuk mendapatkan pengalaman kerja, perubahan pola pikir yang tepat, dan kurikulum masa depan agar mampu menghadapi tantangan hari ini dan perubahan di masa yang akan datang.

Salah seorang lulusan Generasi GIGIH 1.0, Muhammad Naufal mengungkapkan ilmu teknologi fundamental yang ia pelajari di program Generasi GIGIH membantunya meraih pekerjaan di perusahaan yang dia impikan.

“Berkat Generasi GIGIH, saya bisa melewati proses seleksi di perusahaan unicorn impian dengan lancar. Sekarang saat sudah bekerja, saya semakin merasakan manfaat dari program ini. Karena kompetensi yang diberikan adalah ilmu teknologi yang fundamental, saya bisa mudah beradaptasi dengan bermacam-macam perangkat teknologi.” jelasnya.

Sebagai informasi, kompetensi yang diberikan di Generasi GIGIH adalah kompetensi teknis dan non-teknis yang didesain oleh para pakar dari industri agar peserta menjadi talenta yang siap kerja sesuai kebutuhan industri.

Generasi GIGIH menyediakan tiga jalur pembelajaran teknis yang dapat dipilih berdasarkan aspirasi karir peserta, yaitu jalur backend engineer, frontend engineer, dan data analyst. Setiap siswa yang ikut di jalur pembelajaran teknis manapun akan mendapatkan kompetensi softskill, yaitu mendapatkan kursus bahasa Inggris dan pelatihan kesiapan karier.

Uniknya lagi, kelas Generasi GIGIH mengadopsi metode pembelajaran socratic dan flipped learning yang melatih peserta untuk memiliki pola pikir yang tepat dan kritis. Melalui metode ini, para peserta akan menjadi penentu kesuksesan untuk diri mereka sendiri.

Selesai proses pembelajaran, para peserta Generasi GIGIH akan mempraktikkan pengetahuan yang didapat melalui program magang di mitra industri ataupun mengerjakan capstone project. Demi mewujudkan tujuan memberikan dampak yang berarti dan luas, Monica menegaskan Generasi GIGIH membutuhkan kolaborasi dan peran serta dari individu serta perusahaan yang ingin bersaing di era digital.

“Agar Generasi GIGIH bisa memberikan dampak yang berarti dan luas, tentunya usaha ini tidak bisa kami lakukan tanpa kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Monica.

“Untuk itu, Generasi GIGIH butuh peran serta dari individu dan perusahaan yang ingin bersaing di era digital, baik startup ataupun perusahaan yang ingin melakukan transformasi digital, dengan bergabung dalam aksi untuk mengubah ekosistem talenta teknologi di Indonesia.” tuturnya.

Generasi GIGIH membuka pendaftaran untuk peserta yang ingin menjadi talenta teknologi Indonesia sampai 23 Januari 2022. Sedangkan bagi individu yang sudah menjadi pakar teknologi bisa bergabung sebagai kontributor untuk membimbing dan berbagi ilmu dalam mengembangkan ribuan talenta teknologi. Bagi perusahaan/startup, sebagai penggerak ekosistem digital Indonesia bisa bergabung menjadi mitra industri.

Generasi GIGIH yang didukung oleh GoAcademy, Tokopedia Academy, Kalibrr, dan Rumah Millennials, mengajak generasi muda untuk lampaui batasan dalam menentukan pekerjaan dan membuat perubahan. Kunjungi http://bit.ly/generasigigih2 untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini ataupun langsung mendaftar.

(transonlinewatch.com) Artikel ini telah tayang di detik.com

Loading...