Guru di Probolinggo jadi Driver Ojol Bukan Sekedar Mencari Uang Tambahan

Banyak cara dilakukan untuk mengisi Hari Guru Nasional. Seorang guru MI Nurul Huda Kareng Lor Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo rela menjadi driver ojol selama 5 tahun hingga saat ini, Jumat (25/11).

Guru paruh baya tersebut bernama Hernati Mediani (59), tanpa rasa lelah dan penuh semangat tinggi dirinya selalu bekerja dengan ihklas dan bahagia.

Hernati Mediati selaku guru senior mengatakan, menjadi driver ojol bukan semata-mata hanya untuk mencari uang tambahan selain mendapatkan gaji bulanan dari seorang guru.

“Memilih jadi driver ojol untuk menambah wawasan usai mengajar, karena bisa membantu sejumlah muridnya saat membutuhkan jasa ojek online ketika berangkat maupun pulang sekolah,” katanya.

Menurut Hernati selaku ojol wanita ini sangat menantang, utamanya pada waktu mendapatkan konsumen yang kebingungan mencari alamat yang dituju dan ketika tiba-tiba hujan deras turun.

“Kalau hujan deras turun rawan terjadi kecelakaan karena banyak jalan yang licin saat menaiki motor,” tuturnya.

Bekerja menjadi driver ojol tidak harus membebani pekerjaannya yakni seorang guru, karena jasanya bisa membantu dan berguna bagi masyarakat maupun muridnya.

“Selama 5 tahun menjadi driver ojol wanita tanpa mengeluh dan justru lebih semangat dalam menghadapi kenyataan hidup,” pungkasnya.

Pada momen hari Guru Nasional ini, setidaknya kinerja guru harus tetap dihargai dan dihormati sebagai pejuang bangsa.

(tow) Artikel ini sudah tayang di tvonenews.com

Loading...