Grab Ngaku Bukan Lagi Ojol dan Rencana Daur Ulang Ponsel

Foto: Mobil Listrik Grab Indonesia. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Grab Holdings sudah tak lagi hanya menjadi platform transportasi online. Kini perusahaan ride-hailing Asia Tenggara ini telah menjadi Every day Super App.

“Bukan hanya itu saja, mitra pengemudi juga sudah menjadi super app di mana mereka juga bisa berbelanja di situ [platform] sehingga bisa mendapatkan benefit-nya,” ujar Ridzki Kramadibrata, Presiden Grab Indonesia kepada CNBC Indonesia di Davos, Swiss, Kamis (23/1/2020).

Ridzki menambahkan meski sudah beralih menjadi super app, ride hailing tetap memberikan kontribusi utama kepada perusahaan. Kontribusinya bukan hanya dalam bentuk pendapatan tetapi juga menjadi ensemble bagi bisnis-bisnis Grab lainnya.

Contohnya dalam bisnis GrabFood untuk pengantarannya membuatkan ride-hailing atau bisnis Grab Express juga butuh ride-hailing.

Baca Juga :  Ambisi Gojek Perkuat Posisi di Pasar Asia Tenggara

“Kontribusi berikutnya adalah GrabFood. Bisnis ini tumbuh luar biasa. Tahun lalu sudah tumbuh tiga kali. GrabFood juga sudah leading sebagai pilihan masyarakat,” jelasnya.

Namun datang kabar terbaru, Grab kini berencana berinvestasi di manufacturing daur ulang ponsel.

Hal ini dibocorkan oleh Menteri Perindustrian Agung Gumiwang ketika ditemui di Davos, Swiss, pekan lalu.

“Saya juga sudah bicara dengan Grab, mereka ada niat melakukan investasi remanufacturing dari mobile phone yang sudah relatif tua atau sudah rusak, remanufacturing menjadi mobile baru dan ini berkiatan dengan IMEI itu sendiri,” ujar Agus Gumiwang.

Ridzki Kramadibrata mengatakan hal ini masih dalam tahap pembicaraan awal. Cuma menurutnya Indonesia perlu mengaktifkan smartphone yang layak karena akan membantu mendorong ekonomi digital.

Baca Juga :  Grab Siap Luncurkan GrabInvest

“Potensi ekonomi digital Indonesia tak kurang dari US$100 miliar, smartphone yang layak dan terjangkau adalah kuncinya. Mari kita lihat ke depannya,” ujar Ridzki.

Ridzki mengungkapkan akan menjelaskan lebih jauh tentang hal ini dalam waktu dekat tetapi pihaknya akan tunduk pada aturan yang berlaku di Indonesia.

Menurut pantauan Kementerian Perindustrian, industri Handphone, Komputer, dan Tablet (HKT) merupakan salah satu sektor strategis yang dalam perkembangannya menunjukkan tren meningkat dan berkontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Pada 2018 industri HKT dalam negeri mampu memproduksi sebanyak 74,7 juta unit atau meningkat 23 persen dari tahun 2017 yang memproduksi sekitar 60,5 juta unit.

Sementara itu, dari sisi neraca perdagangan, produk HKT menunjukkan tren yang positif, dengan catatan ekspor di periode Januari-Agustus 2019 sebesar US$333,8 juta atau lebih tinggi dari impor pada periode yang sama senilai US$145,4 juta.

Baca Juga :  Tidak Menaikkan Tarif, Bagaimana Grab Cara Memperbaiki Pendapatan Driver?

Artikel ini telah tayang di https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200128075810-37-133228/grab-ngaku-bukan-lagi-ojol-rencana-daur-ulang-ponsel

Loading...