Gojek Melalui GoFood Festival Dorong UMKM Kuliner di Jakarta Semakin Berkembang

ILUSTRASI. Kantor Pusat GO-JEK di Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (15/8). KONTAN/Baihaki/15/8/2018

Hadirnya GoFood Festival di Jakarta mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kuliner di Jakarta semakin berkembang dan diburu oleh banyak konsumen baru.

Lewat GoFood Festival, Gojek berkeinginan merangkul UMKM kuliner lokal masuk ke dalam tahapan ekonomi bisnis berbasis digital lebih lanjut dengan cara buka ‘cabang’ di jantung ibukota.

Tak sedikit UMKM kuliner yang telah bergabung mendapatkan omzet penjualan yang memuaskan. Gojek melalui GoFood Festival menegaskan komitmennya yang kuat dalam mendukung keberlangsungan UMKM kuliner di Jakarta.

Komitmen itu dibuktikan dengan kemudahan yang diberikan pihak Gojek, di antaranya para pengusaha bisnis mikro ini tidak harus menyediakan budget di awal alias gratis untuk menyewa booth, jasa pelayan, dan peralatan masak yang dibutuhkan.

Baca Juga :  Kontes Foto Bertema #PastiAdaJalan Tandai Kolaborasi PIXERF dengan GoJek

Merchant-merchant yang terdaftar sebagai mitra GoFood ini juga berkesempatan diserbu pengunjung. Sebab, GoFood Festival menyediakan satu tempat serba nikmat.

Pengunjung akan dibawa pada suasana berkulineran yang menyenangkan, dan dekorasi tempat yang akan membuat pengunjung betah berlama-lama.

GoFood Festival mengadopsi konsep pujasera yang terdiri dari beragam merchant GoFood dan mempertemukan mereka dengan konsumen yang selama ini hanya bertransaksi secara online.

Atau merchant yang kesulitan menjangkau konsumen karena lokasi restoran yang berjauhan dengan tempat para pelanggannya.

VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek Rosel Lavina, menyebutkan Gojek senantiasa mengadakan program kegiatan guna menyejahterakan mitra-mitranya. Gojek selalu berupaya menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi dalam keseharian masyarakat, sambil terus menciptakan dampak sosial bagi seluruh mitra.

Baca Juga :  Gojek Akuisisi 5% Saham BIRD, Blue Bird: “No Comment"

“Gojek terus mengapresiasi sekaligus membantu mitra kami melalui kegiatan yang dampaknya bersifat jangka panjang,” kata Rosel dalam keterangannya, Selasa (10/12).

Perusahaan teknologi memang sebaiknya berorientasi pada kesejahteraan mitranya. Selain itu juga pada permintaan, memberi nilai tambah, menyerap tenaga kerja, dan memperhatikan kebahagiaan masyarakat atau tenaga kerjanya.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) Turro S. Wongkaren seperti yang dilansir dalam laman feb.ui.ac.id.

“Orientasi ini harus dimiliki perusahaan untuk menyambut masyarakat 5.0 seperti yang pernah dicetuskan pemerintah Jepang, bahwa teknologi harus melayani masyarakat,” jelasnya.

LD FEB UI telah melakukan survei terhadap terhadap kontribusi yang dihasilkan oleh para mitra dari berbagai layanan Gojek, termasuk mitra GoFood menggunakan instrumen The Satisfaction with Life Scale (SWL). Hasil riset tersebut menunjukkan mitra Gojek berada di level antara cukup puas dan puas dengan hidupnya.

Baca Juga :  Gojek Akan Gelar Program Swadaya di Batam, Merangkul Keluarga Mitra Driver

Hasil riset tersebut juga mengestimasikan kontribusi Gojek terhadap perekonomian Indonesia berada di kisaran Rp44,2 triliun sampai Rp55 triliun jika menggunakan asumsi 100 persen mitra aktif.

(kontan.co.id)

Loading...