Gojek Konsisten Menerapkan Protokol Kebersihan dan Kesehatan di Setiap Layanannya

Gojek konsisten mengoptimalkan penerapan protokol kebersihan dan kesehatan dalam setiap pelayanannya, baik mengantar mengantar penumpang hingga produksi dan distribusi makanan sampai ke tangan pelanggan.

Upaya yang dilakukan adalah menerapkan program Jaga Kebersihan, Kesehatan dan Keamanan (J3K) untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan.

Edukasi rutin diberikan untuk berbagai pihak, terutama mitra usaha, serta penerapan langkah kebersihan dan keamanan di berbagai lini.

District Head Gojek Yogyakarta, Ridzky Novasandro mengungkapkan bahwa tidak bisa dipungkiri pandemi ini menghambat mobilitas.

Dan Gojek akan senantiasa mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19.

“Kita melihat sektor perekonomian ini bisa dilangsungkan jika kita menerapkan protokol kesehatan yang baik. Maka sebelum memikirkan transaksi, kita memastikan bahwa cara kita beroperasi sudah sebaik mungkin,” ujarnya saat diwawancarai Senin (26/10/2020) seperti dilansir dari TribunJogja.com.

Oleh karena itu, pihaknya menerapkan J3K di seluruh ekosistem, baik mitra maupun para pedagang.

Baca Juga :  Dengan Gojek, Transportasi Publik Lebih Mudah Dijangkau dan Lebih Sering Digunakan Masyarakat

Bagi mitra driver, ketika menjalankan tugas harus di cek tubuhnya dan rutin diberikan vitamin sementara kenderaan selalu dijaga kebersihannya.

Sementara dari sisi pedagang, melalui GoShop pihaknya membantu memfasilitasi pasar rakyat dalam mengedepankan protokol J3K yang sesuai dengan himbauan pemerintah.

Yakni dengan menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan cairan pencuci tangan (hand sanitizer) di pasar.

Gojek juga telah mengembangkan beberapa inisiatif lainnya seperti pengiriman tanpa kontak fisik langsung dengan menambahkan opsi pesan cepat tambahan di fitur chat antara konsumen dan mitra driver sehingga dapat membantu pelanggan dan mitra driver menjaga jarak fisik serta pembayaran tanpa uang tunai melalui GoPay dan Paylater untuk bertransaksi dengan GoFood, GoMart, GoShop dan GoSend.

Selain itu, untuk terus memastikan keamanan konsumen serta mitra driver di tengah pandemi COVID-19, Gojek turut menghadirkan inovasi fitur informasi status suhu tubuh mitra driver yang secara rutin dicek di enam Posko Aman yang tersebar di Yogyakarta untuk menjamin kesehatan dan kebersihan kendaraan mitra Gojek.

Baca Juga :  Top Up TapCash BNI Kini Bisa Lewat GoPay

Jutaan pengguna Gojek dapat melihat status kesehatan dan kebersihan kendaraan mitra driver saat memesan layanan Gojek melalui aplikasi GoRide, GoCar, GoSend, GoFood, GoMart dan GoShop.

“Gojek merupakan layanan on-demand pertama di Indonesia yang meluncurkan fitur ini guna memperkuat keamanan di ekosistemnya agar dapat terus diandalkan masyarakat,” paparnya.

Sebelumnya, Rosel Lavina, VP Corporate Affairs, Food Ecosystem Gojek menekankan bahwa sejak awal pandemi, GoFood sigap memberlakukan standar yang ditetapkan, seperti penggunaan masker bagi seluruh karyawan, pengecekan suhu tubuh karyawan secara rutin, penggunaan segel pengaman (selotip atau kabel pengerat saat pengantaran), memberikan jarak antrian bagi para mitra driver dan pelanggan, sterilisasi area restoran dengan desinfektan secara berkala, menyediakan tempat cuci tangan dan sabun cuci tangan bagi para karyawan dan mitra driver.

Baca Juga :  Gojek dan Grab Respons Maraknya Penipuan Lewat Aplikasi Mitra Pengemudi

“Kami adalah adalah layanan pesan antar makanan pertama yang menunjukkan status suhu tubuh mitra driver dan kebersihan kendaraan di aplikasi saat pengguna memesan makanan. Hal ini dapat diwujudkan karena keberadaan 200 titik Posko Aman J3K seluruh Indonesia sebagai checkpoint untuk cek suhu tubuh driver, pengambilan paket sanitasi dan kesehatan, dan desinfeksi kendaraan,” imbuhnya.

Sedangkan Chairun Nissa selaku Kepala Sub Direktorat Inspeksi Pangan Steril Komersial BPOM mengimbau agar seluruh pelaku yang terlibat dalam proses pengolahan makanan, dari awal sampai tiba di tangan konsumen, untuk terlibat dalam menjaga kebersihannya dan keamanannya.

BPOM sendiri sudah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan kementerian terkait, asosiasi dan kelembagaan, penyedia layanan dan aplikasi online seperti GoFood, serta konsumen.

“Untuk konsumen, kami membekali mereka dengan edukasi agar semakin bijak berbelanja makanan online dengan tips praktis, mulai dari pemesanan, transaksi, hingga pengolahan di rumah,” paparnya.

(TOW)

Loading...