Gojek dan Grab Terapkan Geofencing, Ojek Online Tidak Dapat Beroperasi di Zona Merah

Mitra Gojek menunggu penumpang di titik jemput GoRide Instan Stasiun KRL Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2020). Tribunnews/Irwan Rismawan

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) di Jawa-Bali mulai sejak 11 Januari hingga 25 Januari mendatang. Dalam kebijakan ini, disebutkan bahwa ojek online dan ojek pangkalan sebenarnya diperbolehkan mengangkut penumpang.

Namun, beberapa pengguna mengeluhkan tidak bisa memesan ojek online (ojol) di beberapa lokasi di Jakarta. Salah satunya dialami Rosi, karyawati perusahaan swasta yang berkantor di Palmerah Selatan, Jakarta Pusat.

GoRide dari Kamis sudah enggak bisa (dipesan). Kalau GrabBike kemarin malam masih bisa, tapi tadi pagi (Senin, 11/1) sudah enggak bisa,” kata Rosi yang mengaku memesan ojol dari Kelurahan Gelora, Jakarta Pusat.

KompasTekno juga mencoba memesan layanan GoRide dari daerah Cipinang, Jakarta Timur. Namun, opsi GoRide tidak tersedia. Sementara ketika mencoba memesan dari daerah lain, opsi GrabBike dan GoRide masih tersedia.

Baca Juga :  Berikut 10 Negara dengan Tarif Taksi Termahal di Dunia

Menanggapi hal tersebut, Gojek dan Grab mengonfirmasi memang ada pembatasan pengangkutan penumpang dari wilayah yang ditetapkan sebagai Wilayah Pengendalian Ketat.

Kebijakan ini diterapkan Gojek untuk wilayah DKI Jakarta.

Pengaturan Geofencing juga telah kami implementasikan untuk memastikan layanan tidak dapat beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai Wilayah Pengendalian Ketat serta memperingatkan dan bahkan men-suspend sementara secara otomatis mitra-mitra yang secara sistem terindikasi sedang berkerumun,” kata Nila Marita, Chief Corporate Affairs Gojek, Selasa (12/1/2021) seperti dilansir dari KompasTekno.

Sementara untuk layanan roda empat yakni GoCar dan GoBluebird, hanya bisa mengangkut penumpang 50 persen dari total kapasitas, sesuai dengan peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2021.

Baca Juga :  Gojek Bagikan Tiga Tips UMKM Digital Marketing di Jambi

Untuk memastikan protokol kesehatan, Gojek juga mengerahkan tim operasional di lapangan, terutama titik pusat transportasi publik seperti MRT/KRL dan terminal bus untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap mitranya.

Sementara untuk daerah Tangerang Selatan, layanan GoFood, GoSend, GoMart, GoShop, dan belanja obat Telemedik, hanya beroperasi sesuai dengan ketentuan waktu operasional yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Tangsel.

Grab Indonesia sebelumnya juga mengatakan mengikuti aturan PPKM saat ini dan masih mengikuti pembatasan operasional di zona merah, seperti yang telah dilakukan sejak awal PSBB diterapkan.

Sebagai bentuk dukungan Grab terhadap penerapan PPKM yang ditetapkan di wilayah DKI Jakarta kami akan menghargai dan mematuhi peraturan tersebut,” jelas juru bicara Grab Indonesia melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Senin (11/1).

Baca Juga :  Resmi Hadir di Bantaeng, Gojek Serahkan Bantuan Paket Hygiene Kit

Grab mengatakan sejumlah layanan lainnya, termasuk GrabFood, GrabExpress, GrabMart, GrabFresh tetap beroperasi. Seperti Gojek, layanan roda empat GrabCar juga hanya bisa mengangkut penumpang 50 persen dari kapasitas.

Sebelumnya pada Juni 2020 lalu, ketika penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi, ojek online dilarang beroperasi di wilayah yang ditetapkan dalam zona pengendalian ketat berskala besar.

Daftar zona merah DKI Jakarta dimutakhirkan di situs https://corona.jakarta.go.id/id.

Dalam aturan PPKM terbaru, petunjuk teknis mengenai edukasi dan protokol pencegahan Covid-19 tentang pembatasan waktu operasional dan manajemen kebutuhan lalu lintas, ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Perhubungan.

Hingga saat ini, belum ada aturan terbaru dari Dishub mengenai pembatasan wilayah ojek online maupun ojek pangkalan.

(TOW)

Loading...