Gojek dan Grab Respons Maraknya Penipuan Lewat Aplikasi Mitra Pengemudi

Ilustrasi, sejumlah pengemudi ojek daring (online) menunggu penumpang di depan Stasiun Pondok Cina, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (11/6/2019).

Gojek mengimbau mitra pengemudi dan pengguna untuk tidak memberikan kode OTP. Grab menyediakan fitur khusus agur akun mitra tak diambil alih.

Belakangan ini, penipuan mengatasnamakan mitra pengemudi ojek online marak terjadi di Tanah Air. Gojek dan Grab mengaku sudah menyiapkan program supaya akun mitra tidak dapat diambil alih.

Senior Manager Corporate Affairs Alvita Chen mengatakan, perusahaannya selalu meminta mitra pengemudi untuk berhati-hati dan tidak membagikan kode One Time Password (OTP). “Jangan diberikan kepada siapapun dengan alasan apapun, bahkan Gojek,” katanya kepada Katadata.co.id, kemarin (14/1).

Ia menegaskan bahwa Gojek tidak pernah meminta kode OTP kepada pengguna, baik mitra ataupun pelanggan. Hal ini sudah disosialisasikan melalui aplikasi, push notification maupun pertemuan langsung.

Baca Juga :  Tembus Kemacetan, Tri Rismaharini Naik Gojek ke Lokasi Kongres V PDIP di Bali

Yang teranyar, pengguna Gojek Agnes Setia Oetama ditipu oleh seseorang yang mengaku sebagai mitra pengemudi. Awalnya, korban memesan GoFood. Lantas, penipu itu mengatakan GoPay di kios rusak.

Penipu menggiring Agnes untuk mengirim uang langsung ke virtual account toko itu. Agnes diminta mengetik kode empat digit sesuai instruksi penipu lewat fitur percakapan (chat). Korban pun kehilangan Rp 9 juta.

“Ibu Agnes dan salah satu mitra driver kami telah menjadi korban dari modus penipuan berbasis social engineering melalui telepon yang mengatasnamakan Gojek,” kata Alvita.

Sebelumnya, pengguna Gojek di Sorong, Papua bernama Prameswara hingga selebritas seperti Maia Estianty dan Aura Kasih juga menjadi korban.

Baca Juga :  5 Hal Ini Buktikan Dedikasi Driver Ojek Online Wajib Diapresiasi

Alvita mengimbau pengguna dan mitra menghubungi customer service di nomor 021-50251110 atau email [email protected], jika ada hal-hal yang mencurigakan saat memesan layanan di Gojek.

Sedangkan Public Relations Assistant Marketing Manager Grab Indonesia Satrya Pinandita mengatakan, perusahaannya menyediakan teknologi deteksi dan pencegahan tindakan kecurangan. Selain itu, ada layanan Grab Defense, yang salah satu fiturnya device and network intelligence services untuk mendeteksi pelaku kejahatan dengan menggunakan data dari perangkat pengguna.

Layanan tersebut dinilai bisa menjaga dan mendeteksi pembuatan akun palsu akibat perangkat yang berpindah tangan. “Bahkan bisa juga mendeteksi jika aplikasi mereka telah terdampak serangan siber,” kata Satrya kepada Katadata.co.id.

Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul “Gojek & Grab Respons Maraknya Penipuan Lewat Aplikasi Mitra Pengemudi” , https://katadata.co.id/berita/2020/01/14/gojek-grab-respons-maraknya-penipuan-lewat-aplikasi-mitra-pengemudi

Baca Juga :  Waduh, Gunakan Ojek Online, Pria Ini Kirim Bom ke Selingkuhan Istrinya
Loading...