Gojek Bagikan Tips Digital Marketing di Masa New Normal

District Marketing Gojek Makassar Venny Johan menjadi pemateri dalam Webinar “Marketing During and After a Pandemic melalui jaringan virtual, Sabtu (6/6/2020).

Kalla Business School menggelar Webinar “Marketing During and After a Pandemic melalui jaringan virtual, Sabtu (6/6/2020).

Hadir langsung Head of Marketing and Promotion at NAM Air Andi Bayu Indra Alamsyah dan District Marketing Gojek Makassar Venny Johan.

Dosen Kalla Business School, Anhar Januar Malik SE MSc.

Venny Johan mengatakan pandemi Covid-19 ini sangat berdampak ke manusia dan negara.

“Ini pertama kalinya adanya pandemi seperti ini, tak ada buku yang membahas efek pandemi Covid-19. Dari penelitian, 65 persen perusahaan di dunia mengakui ada penurunan revenue” katanya.

Ia mengatakan, tak ada kepastian pandemi Covid-19 bisa berakhir. Sehingga, kita mulai beradaptasi yakni dengan istilah New Normal.

Baca Juga :  Gojek dan Grab Berkomitmen Membantu Mitra Terkait Penangguhan Cicilan Kendaraan

Venny Johan mengatakan, Gojek sudah memastikan apa saja kekhawatiran customer.

“Marketing selama pandemi yakni kita melakukan riset dan 44 persen costumer sangat konsentrasi kepada higienitas,” katanya.

Sehingga, Gojek menjaga higienitas. “Kalau di Gojek kita selalu siapkan poin check untuk penyemprotan disinfektan,” katanya.

Kedua, Gojek melakukan digital marketing. “Jadi, kita memang banyak menggunakan digital marketing, WhatsApp dan Instagram naik 40 persen, bahkan di negara paling terdampak naik hingga 70 persen. Jadi, kami hadir di media yang bisa diakses Customer,” katanya.

Menurutnya, biaya marketing sangat murah sekarang karena banyak usaha yang stop selama pandemi.

“Banyak perusahaan turun sehingga Google Ads (plaform iklan di Google) mengobral biaya pemasangan iklannya,” katanya.

Baca Juga :  Tambah penghasilan via Gojek Swadaya

Menurutnya, jika mau bisnis bertahan maka harus melalui digital marketing.

Menurutnya, di Makassar lebih dari satu juta orang mengakses internet.

Ia menjelaskan, seseorang yang membeli barang bukan karena kebutuhan tapi soal psikologi. “Bagaimana caranya kita hadir di bisnis online. Kami kan bisnis antar makanan? Sehingga gojek hadir untuk mengantar Makanan yang higienis,” katanya. ‘

Menurutnya, Gojek menunjukkan memampang social proof di aplikasi Gojek untuk mempengaruhi keputusan membeli customer.

Ia menjelaskan, pengalaman layanan Gojek harus baik dan memuaskan.

Selanjutnya, dia menjelaskan dalam digital marketing harus ada video.

“Kita bikin video menarik untuk across (menyeberang) ke generasi Y,” katanya.

Gojek juga memberikan solusi untuk masyarakat.

Baca Juga :  Wajib Kamu Lakukan, Ini Protokol Kesehatan New Normal di KRL, Pasar, Mal, dan Ojol

“Orang kan butuh kebutuhan sehari-hari, akhirnya Gojek menyediakan solusi di situ. Kami kerjasama dengan enam pasar dan di pasar itu ada Baruga Online yang kerja sama dengan Gojek,” katanya, seperti dilansir dari Tribun-Timur.

Gojek juga menjadi solusi untuk distribusi bantuan.

(TOW)

Loading...