Gelar Acara Virtual, Grab Jelaskan Fokus Layanan GrabFood

GrabFood (nextren)

Mencari atau memesan makanan melalui aplikasi layanan pesan-antar sudah menjadi sebuah kebiasaan baru.

Selama masa pandemi, penggunaan layanan seperti ini menjadi jalan alternatif bagi para masyarakat untuk mengurangi risiko terpapar virus.

Tren ini pun dilihat oleh Grab sebagai salah satu perusahaan penyedia jasa layanan tersebut.

Dilansir dari Nextren, pada hari Rabu (3/3), Grab menggelar acara virtual bertajuk “Grab Tech Insider: Layanan Pengantaran Makanan dengan Cita Rasa Khas Asia Tenggara”.

Dalam kesempatan tersebut hadir Head of Engeneering, Deliveries, Grab, Xiaole Kuang untuk menjelaskan fokus perusahaan pada layanan GrabFood ke depannya.

Kami membangun dan terus mengevaluasi kembali perkembangan teknologi yang telah kami miliki,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa tujuan adanya langkah tersebut karena ingin memberikan pengalaman yang terbaik bagi para pelanggannya saat mencari, memesan, dan menunggu makanan.

Baca Juga :  Masyarakat Protes Larangan Taksi Online Ambil Penumpang di Bandara

Grab juga membuka rahasia hal-hal penting untuk mengembangkan teknologi barunya tersebut. Yuk simak di halaman berikutnya.

Dalam pengembangan kali ini, Grab pun memiliki tiga poin untuk pembentukan teknologi baru.

Pertama, Grab mencoba untuk melakukan pendekatan yang mengutamakan kearifan lokal dalam skala besar.

Kemudian pengalaman yang menyenangkan bagi pengguna juga menjadi fokus karena mempengaruhi permintaan yang stabil bagi mitra merchant.

Terakhir, menjaga konsistensi para pengguna saat berada dalam jangka waktu yang sempat juga menjadi hal yang dipikirkan oleh perusahaan.

Dari tiga poin dasar itu pun, Grab merumuskan beberapa perubahaan yang akan ada pada aplikasi GrabFood.

Penasaran? berikut pembaruan yang bisa ditemukan di aplikasi GrabFood.

1. Sentuhan Lokal di Tampilan Beranda

Untuk masing-masing negara yang dijajaki oleh Grab akan bisa menyesuaikan berbagai elemen di halaman beranda GrabFood.

Baca Juga :  Gara- gara Konsumen Nakal, Driver Taksi Online Disuspend Seminggu

Hal itu dilakukan untuk kesiapannya terhadap relevansi pelanggan berdasarkan pola konsumsi yang berbeda di setiap negara Asia.

Perubahan itu akan terdapat pada tampilan banner, kategori, dan carousel.

2. Rekomendasi Alternatif

Relevansi juga bukan hanya dari situ saja, namun Grab juga akan membuat rekomendasi restoran atau makanan yang ingin dicari oleh konsumen.

Apabila hidangan tidak tersedia atau memiliki kurang dari 4 opsi, maka aplikasi akan mencari mitra merchant serupa berdasarkan pada kemiripan kata kunci yang ada di menu,” ungkap Xiaole Kuang.

Kemampuan tersebut dapat dilakukan berkat dukungan machine learning di dalam aplikasi.

3. Mengurutkan Daftar Rekomendasi

Nantinya layanan GrabFood juga bisa memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi berdasarkan hal-hal yang disukai oleh pelanggan.

Jadi kamu dapat menemukan menu makanan atau restoran berdasarkan peringkat yang diberikan oleh aplikasi.

Baca Juga :  Arogan! Opang Palak Ojek Online Rp 50 Ribu Kalau Ambil Penumpang Di Sini, Bikin Warga Ketakutan

Namun peringkat tersebut juga memiliki pertimbangan beberapa faktor seperi, faktor popularitas, perkiraan waktu kedatangan, ketersediaan mitra pengantaaran, dan lain-lain.

Faktor individu sepeerti riwayat penelusuran dan pemesanan sebelumnya juga bisa menjadi hal yang membuat menu masuk ke dalam rekomendasi.

Merchant yang paling cocok dengan profilmu juga akan dicantumkan terlebih dahulu.

4. Personalisasi Real-Time

Pembaruan lainnya yang ada pada layanan GrabFood berasal dari menu ‘Rekomendasi untuk Anda’ yang ada di halaman beranda.

Aplikasi akan mempersonalisasi untuk pengguna secara real-time berdasarkan pola pencarian pelanggan.

Misalnya, kamu mencari restoran cepat saji, maka nantinya aplikasi akan menampilkan restoran masakan cepat saji serupa saat itu juga.

Peningkatan kinerja aplikasi GrabFood ini pun dilakukan oleh Grab dari berbagi sisi, mulai dari konsumen, merchant, hingga mitra driver.

(TOW)

Loading...