Gak Becus Atur Ojek Online, Pengamat Sarankan Anies Belajar pada Risma

JAKARTA,27/03-AKSI OJEK ONLINE.Ribuan driver ojek online (Ojol) berunjuk rasa di Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (27/3). Mereka menuntut pengakuan eksistensi legal sebagai bagian dari sistem transportasi, penetapan tarif standar sebesar Rp4.000 per kilometer dan perlindungan hukum bagi ojek online sebagai bagian dari tenaga kerja di Indonesia. KONTAN/Fransiskus Simbolon/27/03/2018

Pengojek online di wilayah DKI Jakarta semakin liar, sebab mereka kerap mangkal di pinggir jalan dan berimbas kemacetan.

Pengamat Trasportasi dari Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan menilai, kemacetan yang disebabkan ojek online terjadi karena Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tidak tegas dalam memimpin jajarannya. Merujuk instruksi Anies kepada Dinas Perhubungan beberapa waktu lalu, ternyata tidak dijalankan secara maksimal, masih banyak ojek online mangkal di pinggir jalan.

“Trasportasi Jakarta ini makin liar. Gubernur Anies tak punya ketegasan. Apa sih yang dia buat untuk transportasi Jakarta? Misalnya penegakkan? Penegakkan yang mana?,” kata Tigor kepada media, Selasa (18/9).

Tigor mengatakan instruksi soal larangan ojek online mangkal di pinggir jalan hanya wacana Gubernur Anies. Sebab, realisasinya tidak ada.

Baca Juga :  Kisah Ika, Sempat Minder Saat Mendaftar jadi Mitra Driver Grab

“Mana? enggak ada yang jalan kok. Mana coba? Ini kan cuma wacana saja,” ucapnya.

Tigor menyarankan Anies meniru langkah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam mengatur dan memfasilitasi para pengojek daring. Dimana Risma memanggil seluruh operator ojek online untuk duduk bersama dan mencari jalan keluar dari kesemrawutan lalu lintas yang ditimbulkan oleh para driver ojek online tersebut.

“Coba deh belajar dari Wali Kota Surabaya Risma, itu kan enggak boleh Ojek mangkal di pinggir jalan. Saya lihat Anies enggak kreatif. Untuk ojek online inikan Anies tinggal panggil aplikatornya, oi ini beresin mitra-mu yang enggak bener. Kalo Anies mau, ini gampang kok yang penting tegas dan kreatif saja sih,” tukasnya.

Baca Juga :  Soal Transportasi Online, Ridwan Kamil Berkoordinasi Dengan Dirjen Perhubungan Darat dan Pemprov Jabar

Anies Akui Ojek Online Salah Satu Penyebab Kemacetan

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengakui salah satu penyebab kemacetan di Ibu Kota karena pengojek online memarkir kendaraannya di bahu jalan.

Anies sebelumnya telah menginstruksikan jajarannya -dalam hal ini Dinas Perhubungan DKI Jakarta- untuk menindak pengojek online yang mangkal di pinggir jalan. Namun, kinerja Dishub DKI menyikapi instruksi itu tak maksimal, dengan matanya, Anies masih melihat ojek online mangkal di pinggir jalan.

“Bukan hanya di Palmerah ya, nomor satu titik-titik potensi kemecetan itu harus dijaga harus dipantau sehingga dia tidak menjadi kemacetan. Nah saya temukan tadi pagi di Palmerah itu banyak sekali ojek parkir di jalanan, jadi macet tidak ada petugas yang berjaga di situ,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (18/9).

Baca Juga :  Rentan Terserang Virus, Pemerintah Diharapkan Menjaga Data Pengguna Transportasi

Anies berjanji bakal memanggil Dishub DKI dalam waktu dekat. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini ingin Dishub memperketat penjagaan pada daerah yang rawan menjadi tempat mangkal para pengojek.

“Nanti saya akan panggil (Dishub DKI) dan saya akan minta di semua tempat yang berpotensi ada pengumpulan ojek karena disitu ada stasiun ada terminal di situ ada halte maka di situ harus ada petugas yang berjaga,” tegasnya.

(akurat.co/tow)

Loading...