Dukung Kampanye Langkah Hijau, Grab Hadirkan Kendaraan Listrik

Ilustrasi Grab

Kehadiran kendaraan electric vehicle (EV) listrik di Indonesia nampaknya kian nyata. Sejumlah regulasi penunjang untuk menghadirkan EV dengan harga kompetitif masih terus digodog. Secara paralel, pemerintah dan swasta pun melakukan terobosan untuk menghadirkan transportasi umum berbasis EV.

Setelah sebelumnya Blue Bird menghadirkan taksi listrik, dan TransJakarta juga bertenaga listrik, kini hal itu dilakukan oleh Grab. Langkah ini dinilai menjadi sebuah strategi jitu dalam menyambut masa depan dunia transportasi yang lebih hijau.

Bebin Juana, Pengamat otomotif mengatakan, kehadiran taksi listrik merupakan sebuah langkah yang cerdas karena memiliki sejumlah dampak yang signifikan. Dalam kehidupan sehari-hari, mayoritas taksi menjalani jarak tempuh yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan kendaraan pribadi.

Dilihat dari hal itu, maka ia menilai taksi memiliki andil yang cukup besar dalam menyumbang polusi. Nah, jika kemudian kendaraan taksi menggunakan sebuah mobil listrik yang notabene tidak menghasilkan emisi gas buang, secara akumulasi, maka otomatis hal itu dapat menekan polusi secara signifikan.

Baca Juga :  Wuih, Ratusan Mitra Go-Jek Serbu Area Go-Food Festival di GBK Sambut HUT ke-8 Go-Jek

Alasan inilah yang menjadi salah satu sebab yang membuatnya sangat sepakat dengan kehadiran taksi listrik.

“Rata-rata, satu kendaraan taksi beroperasi selama 12 jam sehari dengan jarak tempuh hingga 400 kilo meter. Dari sini bisa dibayangkan seberapa besar polusi yang dihadirkan oleh taksi. Tapi, hal itu bisa dihilangkan jika menggunakan taksi listrik,” ucap Bebin kepada Republika pada Kamis (30/1) seperti dilansir dari republika.id.

Pekan ini, perusahaan taksi online, Grab resmi menghadirkan Grab Car Elektrik powered by Hyundai yang pertama di Indonesia. President Director of Hyundai Motors Indonesia, Sung Jong Ha mengatakan, kerja sama antara Hyundai dan Grab dilakukan untuk mendukung inisiatif pemerintah guna menghadirkan dua juta kendaraan elektrik pada tahun 2025.

Baca Juga :  Begini Cara Driver Go-Jek Menghemat Bensin dan Bikin Mantap Tenaga Mesin

Hyundai IONIQ EV siap beroperasi sebagai GrabCar Elektrik dengan titik awal di Bandara Soekarno-Hatta. Lewat sinergi ini, kami ingin menawarkan pengalaman mobilitas pintar yang memenuhi kebutuhan pelanggan dengan memanfaatkan teknologi canggih, seperti IONIQ Electric, kata Sung. Ia berharap, pelanggan Grab di Indonesia kini dapat lebih mudah untuk menikmati kenyamanan mengendarai mobil listrik yang ramah lingkungan.

Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran EV Grab Ecosystem Roadmap tahun lalu. Grab Car Elektrik merupakan bentuk nyata dari komitmen kami untuk mendukung ekosistem EV di Indonesia yang telah kami sampaikan ketika memperoleh investasi dua miliar dolar AS dari Soft Bank tahun lalu, katanya.

Baca Juga :  Ada Fitur ‘Moto Ride Mode’, Realme 3 Cocok untuk Ojek Online

Peluncuran GrabCar Elektrik itu merupakan bagian dari kampanye #LangkahHijau Grab yang mendukung penggunaan kendaraan listrik sebagai solusi untuk mengurangi polusi udara. Acara itu juga menandai operasional resmi Hyundai dalam Electric Vehicle Mobility Service (layanan kendaraan listrik) di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah berupaya untuk mempercepat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Kendaraan listrik ini diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas yang mengusung konsep smart cities, dan di saat yang bersamaan juga lebih ramah lingkungan dan minim biaya pengelolaannya. Dengan hadirnya Grab Car Elektrik, kita selangkah lebih maju lagi untuk bersama-sama mencapai target menghadirkan dua juta unit EV di Indonesia, jelas Budi.

(TOW)

Loading...