Dua Layanan ini Jadi Andalan GoJek

Ilustrasi GoJek

Layanan GoPay dan GoFood berpeluang membawa Gojek menuju profitabilitas. Apalagi mereka berencana melantai ke bursa saham dalam beberapa tahun mendatang.

CEO GoPay Aldi Haryopratomo bersama Chief Food Officer layanan GoFood Catherine Hindra Sutjahyo mengungkapkan optimismenya tersebut di acara PE-VC Summit 2020 beberapa waktu lalu.

Mantan CEO Mapan (kini telah diakuisisi Gojek) yang mengisi posisi strategis di GoPay sejak 2018 ini mengatakan fokus dan tujuan perusahaan meraup laba tidak pernah sekali pun terlupakan. “2019 kemarin jadi tahun yang bagus bagi perkembangan Gojek. Upaya dan fokus kami dalam mengupayakan efisiensi waktu serta memaksimalkan modal dan tenaga yang kita miliki telah terbayarkan,” kata Aldi sebagaimana dikutip dari laporan DealStreetAsia.

Baca Juga :  GoFood Festival TIS Square, Tempat Hangout Santuy di Tebet

Sebagai perusahaan teknologi decacorn dari Asia Tenggara, pembuktian sebagai entitas bisnis yang mampu meraih profit juga jadi pertimbangan penting. Apalagi setelah kasus kegagalan IPO WeWork tahun lalu yang menimbulkan sentimen negatif terhadap perusahaan bervaluasi tinggi.

Berdasarkan survei Tech in Asia belum lama ini, reaksi terhadap kegagalan IPO WeWork bahkan disebut-sebut memiliki dampak negatif terhadap industri teknologi di Asia Tenggara. “Gojek memiliki investor yang mendisplinkan kami secara teratur untuk memastikan kita selalu efisien. Hal ini membuat kami merasa memiliki tanggung jawab yang berbeda,” terang Aldi.

Pendekatan ekosistem ala Gojek

Dalam kesempatan sama, Catherine Hindra Sutjahyo selaku Chief Food Officer dari GoFood mengungkapkan keyakinannya terhadap peluang profitabilitas Gojek jelang kemungkinan perusahaannya melantai di bursa saham. Ia mengungkapkan, GoFood mengalami pertumbuhan hingga mencapai 2,5 kali lipat pada 2019 lalu, dengan nilai transaksi tahunan mencapai US$2 miliar (sekitar Rp27 triliun).

Baca Juga :  Kantin Cabin Kampus FTI UMI Bisa Order GoFood

Di kesempatan terpisah, Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita bahkan sempat mengklaim bahwa GoFood telah melayani sekitar 50 juta transaksi setiap bulan. Meskipun GoPay dan Gofood punya memainkan peran yang berbeda, namun sebagian besar keberhasilannya disebabkan oleh interaksi antara produk yang terdapat di dalam ekosistem super app mereka.

Di sisi lain, Gojek mulai 2020 ini juga menghentikan sebagian layanan gaya hidup yang termasuk dalam GoLife. Beberapa layanan yang dihentikan antara lain GoGlam, GoFix, GoAuto, GoDaily, hingga GoLaundry.

Manajemen GoLife beralasan perlu melakukan pengkajian ulang guna menjamin pertumbuhan usaha yang saling berkesinambungan di seluruh ekosistem Gojek. Menurut mereka, pengembangan produk yang didasari kebutuhan permintaan konsumen itu sangatlah diperlukan supaya unit bisnis mereka bisa unggul di pasar yang dilayaninya.

Baca Juga :  Isi Ulang Saldo GoPay Melalui Bank Mandiri Kena Potongan Rp 2.500, Ini Penjelasan Go-Jek Indonesia

artikel ini telah tayang di https://id.techinasia.com/gopay-gofood-andalan-gojek

Loading...