Driver Ojol jadi Korban Begal 4 Remaja, Motor hingga STNK Dibawa Kabur

ilustrasi begal

Oktavian Candra Pratama (23) seorang pengendara ojek online asal Benowo, Surabaya menjadi korban begal pada Sabtu (27/6/2020) kemarin.

Tak cuma motor Honda Blade Repsol bernopol L-6862-YB, yang raib.

Komplotan begal itu juga merampas Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan selembar uang Rp 100 Ribu, di dompetnya anaknya saat itu.

Ayahanda korban, Faruk mengungkapkan, komplotan begal yang menyergap anaknya itu berjumlah empat orang laki-laki.

“Masih muda muda, masih kecil kecil, masih remaja. Ada 1 orang yang (badannya) agak besar sedikit,” ujarnya saat dikonfirmasi TribunJatim.com, Senin (29/6/2020).

Mereka berboncengan berpasangan mengendarai dua motor.

Seingat anaknya, ungkap Faruk, dua motor yang menjadi sarana kejahatan pelaku jenisnya motor 2-Tak, manual atau lazim disebut ‘motor lanang’ yang dilengkapi tuas kopling pada setir sisi kirinya.

Baca Juga :  Trik Bagi Pemotor Agar Selamat dari Incaran Begal

“Motornya laki tapi cempreng, 2-Tak, mungkin kalau gak (Yamaha) RX King, (Kawasaki) Ninja, atau (Suzuki) RGR,” ungkapnya.

Faruk menceritakan, insiden itu dialami anaknya seusai mengantar orderan pengiriman barang dari seorang customer yang bermukim di Jalan Darmo Permai, sekira pukul 19.00 WIB.

Saat hendak kembali pulang, melalui akses jalan di kawasan Jalan Darmo Harapan.

Apesnya, ungkap Faruk, anaknya dihampiri atau dipepet dari arah belakang oleh komplotan bandit itu.

“Habis itu ‘mana sepeda saya mana, dompet dompet’ STNK juga diminta. Enggak (ancaman senjata). Cuma dipaksa disuruh turun ‘mana sepeda saya. Ayo turun’ gitu,” ujarnya.

Berdasarkan penuturan anaknya, ungkap Faruk, para pelaku itu terbilang berusia belia.

Baca Juga :  Nyambi Jual Makanan, Driver Ojol ini Dapat Rezeki Nomplok

Lantaran merasa takut dan terancam, anaknya itu tak melawan saat para pelaku merampas motor dan menggeledah barang bawaan pada saku pakaian anaknya.

“Dompetnya itu kan di saku di celana, ya itu diambil langsung. Untung ponselnya di tas, jadi enggak kena. Tapi isinya dompet, STNK aja. Kalau KTP dan SIM ada di tas,” terangnya.

Faruk mengatakan, anaknya telah melaporkan insiden itu ke Mapolsek Sukomanunggal, pascakejadian.

Mengingat sejumlah berkas tanda kepemilikan motor belum dapat ditunjukkan kepada pihak polisi, karena masih berada di pihak leasing. Alhasil, laporan resmi insiden itu baru dibuat pada Senin (29/6/2020) pagi.

“Tapi polisi sudah datang ke lokasi, ada 4 orang kalau gak salah. Ya di foto-foto gitu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ojol Makin Banyak, Pemain Harus Bisa Berinovasi dan Menciptakan Kreatifitas

(TOW)

Loading...