Disokong SoftBank, Uber Mencatatkan Kerugian Rp84,68 Triliun

Foto: CEO Uber Dara Khosrowshahi (REUTERS/Denis Balibouse)

Pelopor Taksi Online Uber Technologies masih belum mencatatkan keuntungan. Selama 9 bulan pertama 2020 startup ride hailing yang disokong oleh SoftBank ini mencatatkan kerugian US$5,8 miliar atau setara Rp 84,68 triliun (asumsi Rp 14.600/US$).

Pandemi Covid-19 membuat kinerja keuangan perusahaan masih sulit untuk mencatatkan keuntungan. Pada kuartal III-2020, Uber mencatatkan pendapatan US$3,1 miliar atau turun 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bisnis transportasi mengalami penurunan 53%, namun pendapatan dari bisnis pengiriman makanan malah tumbuh 125%. Secara umum pada kuartal III-2020 saja Uber rugi US$1,8 miliar dan selama 9 bulan Rugi US$5,8 miliar. Tahun lalu Uber mengalami kerugian US$8,5 miliar.

CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan meski 8 bulan terakhir bisnis sulit, tetapi ada tanda-tanda awal bisnis mobilitas inti perusahaan akan pulih sepenuhnya, seperti dikutip dari CNBC International, Jumat (6/11/2020).

Baca Juga :  Ojek Online dan Sopir Angkot di Bekasi Baku Hantam, Polisi Lepaskan Tembakan

“Uber kembali ketika kota-kota kembali. Jika ada, Uber adalah bentuk transportasi yang diuntungkan dibanding yang lain,” ujarnya.

Meski mengalami kerugian Chief Financial Uber Nelson Chai tetap optimistis Uber akan mencapai profitabilitas sebelum akhir 2021, seperti dikutip dari CNN International.

(TOW)

Artikel ini telah tayang di CNBC Indonesia.

Loading...