Disabilitas Tuli Dapat Perlakuan Buruk Saat Interview di Grab, Stafsus Presiden Buka Suara

Angkie Yudistia Staf Khusus Presiden Angkat Bicara Terkait Dugaan Diskriminasi Yang Dialami Tonanda Putra /Dok. mediacenter.riau.go.id/

Angkie Yudistia Staf Khusus Presiden menanggapi surat terbuka yang disampaikan oleh Amanda Farliany.

Dalam surat terbuka yang disampaikan oleh Amanda Farliany, Tonanda Putra mengatakan bahwa dia mendapat perlakuan yang buruk ketika datang melakukan interview di Grab.

Tonanda Putra bahkan disuruh berbicara dengan keras meski telah mengatakan bahwa dia tuli dan tidak bisa mengomong dengan jelas.

Sampai-sampai Tonanda Putra dibawa ke ruangan yang kosong dan sepi untuk di tes pendengarannya.

Tonanda Putra mengatakan bahwa hal tersebut tidak sopan dan dapat membuat orang merasa tersinggung.

Akan tetapi Tonanada Putra mengatakan bahwa dia tidak tersinggung, hanya saja menyayangkan jika hal serupa dialami oleh penyandang disabilitas tuli yang lain.

Angkie Yudistia pun menanggapi apa yang dialami oleh Tonanda Putra.

Angkie Yudistia akan mengajak Tonanda Putra berdiskusi setelah Idul Fitri agar Tonanda Putra bisa mandiri secara ekonomi.

Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia akan mendukung permodalan dan memberikan pendampingan.

Berikut tanggapan dari Angkie Yudistia dilansir dari instagram angkie.yudistia.

Semangat mas @tonandaputra

Usaha sendiri yuk,

@stafkhususpresiden.ay akan mendukung permodalan dan pendampingan.

Mari setelah idul fitri kita akan diskusi tentang jangka panjangnya agar mas tonan dan keluarga dapat mandiri secara ekonomi bangkit pemulihan pasca pandemi.

Pengalaman anak tuli menerima undangan interview di grab. It think it was inhuman.

(transonlinewatch.com) Artikel ini telah tayang di jurnalmakassar.com

Loading...