Dilarang Bawa Penumpang, Ojol Minta Pemprov DKI Beri BLT Rp100.000 per Hari

Pengemudi ojek online melintas di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Peraturan Gubernur mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebutkan bahwa ojek hanya untuk angkutan barang dan jasa. Dengan kata lain, ojek dilarang mengangkut penumpang.

Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicakso kecewa dengan kebijakan itu.

“Ini teman-teman Ojol kecewa, meradang, emosional jadinya ya dengan Pergub DKI Jakarta tidak membolehkan Ojol mengangkut penumpang dan sudah dinonaktifkan layanan penumpang oleh aplikator,” kata Igun kepada Liputan6.com, Jumat(10/4).

Menurutnya, kondisi ini secara tidak langsung mematikan kehidupan pengemudi ojek. Apalagi tak semua pengemudi ojek online bisa mendapat order makanan dan barang.

“Karena order makanan kita harus siap modal dulu. Order barang pun sudah sangat jarang ada. Ini sama saja mematikan Ojol secara pelan-pelan. Kami protes keras mengenai ini,” ungkap Igun.

Baca Juga :  Bicara Disrupsi Teknologi, BPPT Jadikan Go-Jek sebagai Contoh

Dia meminta agar Pemprov DKI bisa mengevaluasi aturan tersebut dan mengizinkan kembali sepeda motor untuk membonceng penumpang.

“Otomatis Ojol-nya bisa bawa penumpang juga,” tegas Igun.

Namun, jika kebijakan ini tidak bisa diubah, mereka berharap diberikan Bantuan Langsung Tunai.

“Kami tidak butuh seperti sembako atau kebutuhan pokok lainnya, karena setiap orang kebutuhannya berbeda-beda. Berikan nilai tunai bukan berupa barang. Yang kami harapkan Rp 100.000/hari,” ucapnya.

Artikel ini telah tayang di https://www.merdeka.com/jakarta/dilarang-angkut-penumpang-ojek-online-minta-pemprov-dki-beri-blt-rp100000-per-hari.html

Loading...