Digagas Pemuda Asli Kamojang, Aplikasi Rangers Jadi Andalan Warga

Foto: Mukhlis Dinillah

Pandemi Covid-19 menggoyahkan hampir seluruh simpul perekonomian dan kehidupan sosial. Namun, keterpurukan yang berlangsung bisa diatasi dengan semangat gotong royong, kolaborasi, kreativitas dan sentuhan inovasi.

Dedeh Sumyati (40) seksama menatap layar ponsel pintar miliknya. Jari-jarinya mengetik pesanan melalui aplikasi jasa angkutan manusia dan barang bernama Rangers. Ia memesan tabung gas 12 kilogram karena persediaan di dapurnya sudah habis, kebetulan saat itu ia harus memasak untuk santap siang keluarga.

Tak sampai 15 menit, pesananan diantarkan langsung ke rumahnya oleh salah seorang driver ojek yang sebelumnya terhubung melalui Rangers. Di masa pandemi seperti saat ini, perempuan yang berdomisili di kawasan Kamojang, perbatasan Kabupaten Bandung dan Garut itu memilih untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Sudah hampir satu tahun ia memanfaatkan aplikasi tersebut untuk berbagai keperluan, dari mulai belanja bahan makanan pokok, kudapan, hingga mengantarkan barang. Sebelum pandemi, ia sering menggunakan jasa untuk antar jemput anak-anaknya ke sekolah.

Rangers merupakan pilihan paling logis, karena mitra dari aplikasi jasa sejenis masih belum banyak di daerah tempat ia tinggal. Hal lainnya adalah, mitra dari ranger biasanya merupakan warga sekitar yang sudah saling mengenal dengan masyarakat. Faktor ini menambah rasa aman dan nyaman ibu tiga anak ini makin tinggi.

“Pas pandemi kan kita membatasi untuk keluar rumah, kalau ada keperluan nganter atau beli sesuatu, rangers diandalkan banget. Driver-nya juga kan orang yang kita kenal juga. Putra daerah jadi pasti kita dukung,” kata Dedeh di kediamannya, Kamis (24/9/2020) seperti dilansir dari Detik.com.

Baca Juga :  Bertemu Tunanetra Tersesat, Driver Ojol Ini Bagikan Kisah Sedihnya

Selain itu, dari faktor protokol kesehatan driver juga menjadi pertimbangannya. Setiap driver dibekali masker hingga hand sanitizer. Sehingga memberikan rasa aman ketika memanfaatkan layanan rangers.

“Protokol kesehatan diterapkan oleh driver, pakai masker, hand sanitizer,” ucap ibu rumah tangga ini.

Hal serupa dirasakan warga lainnya. Ayudia Lestari (26) mengaku sudah memanfaatkan aplikasi tersebut sejak dua tahun lalu. Mobilitasnya yang tinggi untuk berbagai aktivitas sangat ditunjang oleh Rangers. Pasalnya, kendaraan umum di wilayah Kamojang tidak sebanyak daerah perkotaan.

“Mau jam berapa kita berangkat dan pulang enggak perlu khawatir. Lebih nyaman soalnya drivernya kita kenal. Saya juga pedagang online, jadi sering juga antar barang,” mojang Bandung ini.

Tak hanya bagi pengguna layanan, aplikasi ini pun menjadi pilihan alternatif warga usia produktif yang ingin mendapatkan pekerjaan atau uang tambahan dengan menjadi mitra.

Salah satu mitra tersebut bernama Mastur (40) yang sudah bergabung dengan Rangers sejak tahun 2019. Meski pekerjaan ini bersifat sampingan, namun ia mendapatkan beragam keuntungan.

Mastur mendapatkan pelatihan bisnis untuk pengembangan unit Rangers lainnya. Bahkan, ia aktif menjadi content creator untuk berbagai platform media sosial. Hal tersebut membantunya tetap menghasilkan pundi rupiah meski orderan menurun akibat pandemi.

“Ya saya mengaplikasikan pelatihan, termasuk bikin konten-konten untuk media sosial,” kata pria yang biasa beroperasi di wilayah Kamojang-Majalaya-Samarang ini.

Driver Rangers lainnya, Muhamad Isep Maulana (24) aktif mengelola unit bisnis rangers di bidang kuliner (kedai). “Penghasilan selama pandemi berkurang tapi cukup untuk hidup,” kata dia singkat.

Baca Juga :  Melalui Layanan GoMart, Gojek Permudah Warga Medan Belanja di Alfamart dari Rumah
ojol kampung rangers di bandung Foto: Mukhlis Dinillah

Aplikasi yang Digagas Pemuda Asli Kamojang

Aplikasi Rangers dibuat oleh beberapa anak muda. Salah satunya adalah Hendri Wahyud yang sekarang didapuk menjadi CEO. Menurut dia, aplikasi ini lahir dari kegelisahannya melihat potensi Kamojang sebagai desa wisata namun masih minim layanan transportasi.

Pada tahun 2018, pemuda 22 tahun ini bersama beberapa kawannya berinisiatif membuka layanan melalui aplikasi pesan, Whatsapp. Saat itu fokusnya masih untuk memenuhi sektor kurir dan antar makanan.

Antusiasme wisatawan dan warga terhadap layanan tersebut menggugah niatnya untuk membuat aplikasi khusus yang bisa diunduh secara gratis melalui ponsel pintar di playstore atau appstore.

“Layanan yang kita tawarkan itu ngikutin kebutuhan lokal. Contohnya, e tiket wisata, itu ngikutin kebutuhan pasar. Selain Ojek, kami juga bergerak di bidang kurir, piknik, homestay, sampai payment buat listrik, pulsa dan lain-lain,” ungkap alumnus STBA Bina Dinamika Bekasi ini.

“Sambil pengembangan aplikasi berjalan, kami fokus pada peningkatan kualitas SDM (sumber daya manusia) sampai edukasi mengenai teknologi informasi kepada calon mitra dan warga sekitar. Tim founder pun masih ada yang jadi driver, ngojek, anter barang dan lain-lain gitu. Total driver saat ini ada 50 anggota,” ia melanjutkan.

Hendri mengaku mayoritas mitranya merupakan anak muda warga sekitar. Ia sengaja mengutamakan mitra usia produktif agar tidak hanya menjadi driver saja melainkan ikut berkontribusi mengembangkan layanan ranger.

“Kita sengaja merekrut banyak anak muda. Biasanya meraka punya ide-ide segar untuk perkembangan Rangers ke depannya. Terutama pengembangan unit bisnis lainnya,” jelas dia.

Baca Juga :  Mengenal Yeloocare, Aplikasi Ojek Online yang Diluncurkan di Bandung

Seiring berkembangnya aplikasi, kebutuhan operasional pun turut meningkat. Namun, hal tersebut bisa diatasi dengan kolaborasi dan kerjasama bersama pihak lain. Salah satunya dengan PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang.

Dengan berbagai layanan yang ada, penurunan kinerja bisnis selama pandemi ia tegaskan bisa diatasi dengan baik. Bahkan, asuransi untuk mitra jika mengalami musibah kecelakaan sudah disiapkan. Artinya, kinerja bisnis masih bisa bertahan meski dalam kondisi pandemi.

“Tagline 2020 mencetuskan tagline beyond driver. Sama kayak pertamina, beyond energy. Jadi lebih dari sekadar driver. Dari 2019 sudah garap unit bisnis di bawah Rangers. Ada kedai, tim gathering, wedding, ada kopi ada outlet, bank sampah, yang mengelola itu driver. Jadi mereka pegang unit bisnis juga,” terang dia.

“Kebetulan helm dan jaket disupport sama Pertamina. Operasional kita juga dibantu Pertamina,” ucap Hendri.

Sementara itu, Supervisor External Relation PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, Adi Rahmadi menilai aplikasi Rangers mampu menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat Kamojang terkait kebutuhan transportasi. Start-up ini juga dikembangkan oleh anak muda asli Kamojang yang masuk ke dalam wilayah terdekat dengan kegiatan operasional Pertamina.

Faktor lain yang membuat kerjasama terjalin adalah kesamaan visi dalam hal pengembangan sumber daya manusia hingga bisa berdaya secara ekonomi, di antaranya Pertamina mengadajan kelas bisnis bagi oada driver.

“Rangers juga mampu mendukung potensi pariwisata, pengembangan kuliner, serta membuka lapangan pekerjaan. Kami juga dampingi dalam hal pengembangan manajemen, peningkatan kapasitas SDM, branding dan dukungan operasional,” kata Adi.

(TOW)

Loading...