Denda Grab dan PT TPI, Keputusan KPPU Diapresiasi Himpunan Pengusaha Daring

Sekjen DPP Hipda, David Walalangi.

Himpunan Pengusaha Daring Indonesia (HIPDA) mengapresiasi keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan hukuman terhadap Grab dan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI).

Sekjen DPP HIPDA David Walalangi mengatakan, hukuman denda miliaran yang dibebankan bagi dua perusahaan tersebut bisa dijadikan bukti nyata bahwa KPPU bekerja menegakkan hukum yang berlaku di Indonesia.

Atas pelanggaran pasal 14 UU nomor 5 tahun 1999, Grab Indonesia dikenakan denda Rp 29,5 miliar.

Sementara PT TPI sebesar Rp 19 miliar.

“Bukan mengenai jumlah denda nya tapi mengenai laporan dan persidangan yang telah terjadi berbulan bulan yang lalu ternyata KPPU dapat membuktikan bahwa benar terjadi pelanggaran dan telah menjatuhkan hukuman berdasarkan hukum yang berlaku di NKRI,” kata David Walalangi, saat dihubungi, Sabtu (4/7/2020) seperti dilansir dari tribunjatim.com.

Baca Juga :  Upah Terlalu Rendah, Driver Uber di London akan Matikan Aplikasi

Dengan adanya tindakan tegas dari KPPU, harapan HIPDA adalah tidak adanya lagi praktek perlakukan istimewa yang dilakukan Aplikator Transportasi Online di Indonesia terhadap mitra driver online.

Melainkan pemerataan hak kepada semua driver online baik roda dua dan empat.

“Dan jika memang hal itu masih ada, sudah saatnya KPPU akan kembali bertindak secara hukum yang berlaku di NKRI,” ucapnya.

Perlu diketahui, kasus ini bermula pada tahun 2019 lalu.

Saat itu, Organisasi Angkutan Sewa Khusus Indonesia (Oraski) Sumatera Utara (Sumut) melaporkan kepada KPPU lantaran ada dugaan sistem yang dibuat oleh Grab untuk menguntungkan kelompok mitra tertentu yakni pihak TPI.

“Jadi driver yang masuk di TPI ini akunnya dibikin lebih gacor gitu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kasus Pelecehan Seksual di Transportasi Online: Mulai Dikirimi Foto Porno hingga Diperkosa

(TOW)

Loading...