Demi Tekan Biaya, Uber PHK 400 Karyawannya

Uber, transportasi daring (online), memutuskan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 400 karyawan mereka. PHK, terutama dilakukan terhadap tenaga pemasarannya yang mencapai 1.200 karyawan.

Mengutip AFP, Selasa (30/7), keputusan PHK dari Uber dilakukan untuk mengurangi tekanan biaya, sekaligus meningkatkan efisiensi. Kepala Eksekutif Uber Dara Khosrowshahi dan bos tenaga pemasarannya, Jill Hazelbaker, mengkonfirmasi PHK tersebut.

Menurut Khosrowshahi, restrukturisasi organisasi internal dimaksudkan untuk membuat perusahaan lebih konsisten. Pada akhir kuartal pertama 2019, Uber melaporkan memiliki 24.494 karyawan di seluruh dunia, termasuk 1.200 karyawan di bidang tenaga pemasar.

Sekadar mengingatkan, Uber sempat beroperasi di Indonesia. Merek transportasi daring ini melayani antar jemput penumpang dengan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat. Namun, pada 8 April 2018, Uber hengkang karena tak sanggup bersaing dengan dua kompetitornya.

Baca Juga :  Hasil Riset ITB, Layanan Ojol Mempermudah Masyarakat Menggunakan Transportasi Umum

Uber merupakan perusahaan jaringan transportasi asal San Fransisco, California, AS. Uber beroperasi di 173 negara, 785 kota metropolitan. Pada Mei 2019, Uber melantai di bursa saham AS. Perusahaan melepas 180 juta saham dan meraup dana segar US$8,1 miliar atau setara Rp115,02 triliun (asumsi Rp14.200 per dolar AS).

IPO Uber tersebut menandai raihan aksi go public terbesar ketiga di bidang teknologi, setelah Facebook yang meraih dana US$16 miliar pada 2012 dan Alibaba US$25 miliar pada 2014.

Saham Uber diperdagangkan seharga US$43,88 di bursa saham New York, Senin (29/7). Pada kuartal pertama tahun ini, Uber mencatat pendapatannya sebesar US$3,1 miliar. Namun, merugi US$1 miliar.

Baca Juga :  Kodam III/Siliwangi Bersama Grab Donasikan Paket Kesehatan

(cnnindonesia/tow)

Loading...