Daerah ini jadi Viral Karena Kasus Takjil Sate Beracun yang Tewaskan Anak Driver Ojol

Pengirim sate beracun merupakan wanita berinisial NA (25) yang kini telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. (Foto: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)

Kasus takjil sate beracun salah sasaran membuat kawasan Bantul, Yogyakarta menjadi bahan pembahasan warganet di media sosial Twitter.
Menurut warganet kasus itu sukses membuat Bantul viral secara cepat, namun bukan karena prestasi hal membanggakan lainnya, melainkan ‘sate sianida’.

Ada pula sate sianida sekarang… Sad lah, Bantul,” tulis salah satu pemilik akun Twitter bernama Saifrasyid, dikutip Senin (3/5).

Ada juga yang menyebut setelah kopi sianida kini ada sate sianida. “Setelah kopi kini ono sate sianida dan Bantul pun viral,” cuitan pemilik akun dabcasay.

Namun tidak sedikit juga yang menyebut bila kasus ini meresahkan, terlebih sampai salah sasaran dan justru merenggut pihak tidak bersalah.

Baca Juga :  Jakarta PSBB Lagi, Dua Layanan Ini jadi Andalan Gojek

Bantul meresahkan,” cuit pemilik akun Chintyaaahei.

Sementara akun lain menyebut bila kasus yang sampai merenggut nyawa pihak lain tanpa diduga ini merupakan takdir.

Si mantan masih panjang umur karema waktu dikirim sate tidak ada di tempat dan satenya dikasihkan ke abang ojol, saking senangnya mereka bawa pulamh dan disantab bersama buah hatinya (takdir), Bantul,” tulis akun Yogi.

Diberitakan, pengirim sate beracun ini diketahui merupakan wanita berinisial NA (25) yang kini telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Baca Juga :  Pengamat: Transportasi Online Ya Gojek

Wanita itu diketahui sakit hati terhadap pria yang hendak dikirimi sate lantaran ditinggal menikah. Tapi sayang sate itu ditolak oleh penerima yang merupakan istri dari mantan pacar tersangka.

Sate itu kemudian diberikan kepada pengemudi ojek online yang kebetulan jasanya digunakan NA untuk mengantar paket beracun itu.

Sate lantas dibawa pulang dan dimakan bersama keluarganya termasuk putranya yang masih berusia 10 tahun. Sang anak kemudian dinyatakan tewas usai menyantap sate yang tercampur cairan sianida itu.

(TOW) Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia

Loading...