Curhat Pembina Komunitas Grab Semarang, Pendapatan Turun hingga 50 Persen

GrabFood (Dok. IDN Times/Istimewa)

Pembina Komunitas Grab Semarang, Adi Novianto mengatakan saat pandemi Covid-19 ini pergerakan pengemudi Ojol turut berkurang.

Pandemi Covid-19 berpengaruh pada pendapatan pengemudi ojol, menyusut hingga 50 persen.

“Sebelum pandemi istilahnya kami ‘ngalong’ sampai subuh. Sekarang dibatasi sampai pukul 22.00-23.00 WIB. Jadi menurunnya banyak sekali, hampir 50 persen. Pendapatan saat ini terbantu (grab) food yang rata-rata masih bisa mengantarkan 10-15 pesanan. Kalau penumpangnya berkurang,” ujar Adi.

Hal tersebut disampaikan Adi saat kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang digelar Rumah Sakit Siloam (Siloam Hospitals) Semarang.

Rumah Sakit Siloam melakukan edukasi kesehatan dan praktek penanganan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas untuk para pengemudi ojek online (Ojol), Rabu (13/10/2021).

Kegiatan tersebut digelar di Resto Kang Tjahyo jalan Kompol Maksum dengan menggandeng komunitas Grab Kota Semarang.

Adi juga mengatakan pelatihan P3K sangat dibutuhkan para pengemudi Ojol.

Ia menyebutkan, para pengemudi yang setiap harinya berhadapan dengan jalan raya tersebut memerlukan bekal agar siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.

“Kita sering menemui kejadian baik dari Grab sendiri, Ojol lain, atau masyarakat umum. Dengan pengetahuan ini, menjadi bekal kita untuk berjaga-jaga dan saling mengingatkan,” ungkapnya.

Adi menambahkan, selama pandemi Covid-19 sendiri Insiden kecelakaan paling sering ditemui atau dialami pengemudi Ojol yakni batu yang menyebabkan terjatuh.

Menurutnya, hal itu sering terjadi saat malam hari sebab minimnya penerangan di titik tertentu.

“Paling sering dialami itu waktu antar food (makanan), ada batu di tengah jalan penerangannya kurang,” jelasnya.

(transonlinewatch.com) Sumber: TribunJateng.com

Loading...