Curhat Driver Ojek Online, Pendapatan Anjlok hingga 70 Persen Selama PSBB Surabaya Raya

Ojek online menggunakna GPS pada ponsel saat berkendara mengantar dan menjemput penumpang.

Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jatim berharap tidak ada perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga tahap keempat di Surabaya Raya.

PSBB Surabaya Raya, Senin (8/6/2020), sudah memasuki hari terakhir.

“Ini harapan dan aspirasi dari rekan-rekan ojol yang bernaung di bawah PDOI Jawa Timur maupun yang tidak,” kata Humas Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jatim, Daniel Lukas Rorong, melalui rilis, seperti dilansir dari Surya.co.id, Senin.

Para driver ojol menolak perpanjangan PSBB lantaran mereka ingin beraktivitas kembali seperti membawa penumpang.

Sebab, selama masa, PSBB pendapatan mereka disebutnya anjlok hingga 70 persen.

Jika diperbolehkan membawa penumpang, PDOI Jatim akan meminta driver ojol untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Aturan Dishub DKI, Jarak Parkir Motor Ojek Minimum 1 Meter

Protokol kesehatan tetap harus dilakukan agar wabah ini tidak semakin meluas.

Misalnya dengan kelengkapan atribut hingga untuk mengurangi kontak langsung dengan penumpang harus tetap diperhatikan.

Bahkan, bisa jadi nantinya calon penumpang agar sedianya membawa helm sendiri.

“Antara ojol dan penumpang bisa sama-sama mematuhi protokol kesehatan,” ungkap dia.

(TOW)

Loading...