Cerita Teddy, Pinjaman Bunga Ringan dari BRI Bisa Meringankan Beban Driver Ojol

Ilustrasi driver Gojek sedang antre di suatu gerai makanan. (SHUTTERSTOCK/GRATSIAS ADHI HERMAWAN)

Bank BRI bersama Gojek dan Grab menjalin kerja sama untuk membantu keberlangsungan hidup pekerja sektor informal dan para pelaku UMKM pada masa pandemi dengan meluncurkan fasilitas pinjaman bagi mitra Gojek dan Grab.

Mitra Gojek (GoRide, GoCar, dan merchant GoFood) serta mitra Grab (pengemudi, merchant GrabFood, dan mitra GrabKios) yang mendaftar dan memenuhi persyaratan dari BRI berkesempatan mendapat fasilitas pinjaman bunga ringan mulai dari Rp 5-20 juta dengan tenor pinjaman 24 bulan serta keringanan bebas bayar di 3 bulan pertama.

Teddy Sunardi (46), slah satu pengemudi ojek online yang berkesempatan mengikuti program dari BRI tersebut. Teddy berharap dana pinjaman yang diperolehnya dapat meringankan beban keluarga selama pandemi Covid-19 melanda.

Baca Juga :  Kaka Slank Beri Apresiasi Aksi Sosial Para Driver Gojek

Awalnya, Teddy mendapatkan pesan dari Gojek bahwa dirinya bisa mendapatkan pinjaman dari BRI dengan cara mengisi formulir secara elektronik.

“Setelah menunggu saya mendapat info dari BRI kalau pengajuan pinjaman saya disetujui. Kemudian, Saya diminta menyerahkan fotokopi identitas diri (KTP dan Kartu Keluarga) dan pinjaman langsung ditransfer ke rekening,” ujar Teddy ketika dihubungi baru-baru ini.

Sebelum menjadi pengemudi ojek online, Teddy pernah bekerja di bagian pergudangan pada sebuah perusahaan tekstil di bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Musibah kebakaran yang menimpa perusahaan tempatnya bekerja, mengharuskan Teddy untuk banting setir guna memenuhi tuntutan dan kebutuhan hidup keluarga.

Awal melakukan pekerjaan selaku pengemudi ojek online, tentunya tidak mudah dilalui oleh Teddy.

Baca Juga :  Minim, Pemprov Kaltim Baru Meresmikan 50 Taksi Online Beroperasi

“Pernah diusir sama ojek pangkalan (opang), dikomplain penumpang, yah…namanya juga kerja di bidang jasa, pasti ada saja orang yang tidak puas,” kenangnya.

Diungkapkan Teddy, sebelum pandemi ini meluas, Teddy bisa mengambil 20 trip perjalanan, yang jika dikonversikan dalam penghasilan bulanan, maka dia mampu mengumpulkan sedikitnya Rp7,5 juta sebulan.

“Dapat segitu saya kerjakan mulai dari jam 7 pagi sampai pukul 5 sore,” ungkap Teddy sembari tersenyum.

Namun sejak Covid-19 meluas, pendapatannya terpangkas hingga 50%. Alhasil dia terpaksa menambah jam kerjanya hingga malam hari.

“Untuk menyiasatinya, biasanya jam 5 saya sudah di rumah, kalau sekarang sehabis Magrib saya melanjutkan bekerja.

Jadi jam terbang ditambah biar cukup. Pokoknya sampai kira-kira cukup lah,” urai Teddy yang memiliki tanggungan seorang anak kuliah di jurusan Teknik dan seorang lain masih kelas 2 SMA.

Baca Juga :  Keren! Ojek Online dan Opang di Cianjur Deklarasi Damai

Untuk menyiasati kebutuhan hidup yang tidak bisa ditunda atau ditangguhkan, Teddy dan istrinya berupaya untuk memangkas dan menahan biaya yang tidak diperlukan.

“Pokoknya dan ibarat kata harus ada yang dipangkas, hemat-hemat lah, saya maju terus pokoknya,” kata Teddy bersemangat.

Mengenai mekanisme pengembalian pinjaman tersebut, Teddy menuturkan hal ini dilakukan secara harian dan langsung dipotong oleh perusahaan aplikator transportasi tempatnya bekerja.

Teddy pun berharap agar BRI terus menjalankan program tersebut untuk membantu pengendara ojek online lainnya yang terdampak.

“Saya berharap terus berjalan, terus ada sehingga bisa meringankan beban driver ojek lainnya,” tutup Teddy.

(Transon)

Loading...