Cerita Ojol “Pejuang Keluarga” Terima Order dari Pasien di Wisma Atlit, Uangnya “Diginiin” Dulu

Driver ojek online, Anto saat ditemui AKURAT.CO, Selasa (22/9/2020). | AKURAT.CO/Yohanes Antonius

Komplek Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, kini disulap pemerintah menjadi rumah sakit darurat untuk merawat pasien yang terinfeksi COVID-19.

Belakangan, dua tower di gedung ini juga dipakai untuk mengisolasi pasien yang yang sudah terpapar corona. Total ada 4 dari 7 tower yang sudah dipakai.

Walau pemakaian tempat ini sempat membuat warga sekitar was-was, tetapi di sisi lain justru membawa keberkahan buat beberapa pengemudi ojek online. Anto salah satunya.

Anto merupakan salah satu warga yang tinggal di sekitar gedung Wisma Atlet. Rumahnya ada seberang kali Sentiong yang berhadapan langsung dengan rumah sakit darurat itu.

Sejak komplek Wisma Atlet dipakai untuk menampung pasien terpapar wabah ini, Anto kerap mendapat orderan dari pasien yang sedang mengkarantina diri di dalam gedung. Dia tidak pernah menolaknya walau juga kerap dihantui rasa takut.

Baca Juga :  Prihatin Lihat Tumpukan Pasien di RSUD Karanganyar, Bupati Juliyatmono Instruksikan Pengantaran Obat Via Ojek Online

“Enggak. Enggak pernah saya tolak. Kalau dibilang takut ya pasti takut masuk zona merah. Tetapi kerjaan kita kaya gini mau bagaimana. Kita cari duit buat anak istri di rumah Insyah Allah aman,” kata Anto saat ditemui, Selasa (22/9/2020) seperti dilansir dari AKURAT.CO.

Ketika ditemui, Anto memang baru keluar dari kawasan Wisma Atlet. Dia baru saja mengantar pesan makanan dari salah satu pasien yang sedang dikarantina.

Tidak hanya makanan, Anto juga kerap mengantar paket dari keluarga pasien. Paketan itu kata dia biasanya berisi pakaian untuk kebutuhan sehari-hari pasien.

“Kalau barusan antar makanan. Tapi biasanya ada juga yang ngirim paket kesini,” pungkasnya.

Anton memang baru dua tiga bulan ini menjadikan ojek online sebagai pekerjaan tetapnya setelah dirinya di-PHK perusahaan makan siap saji tempatnya bekerja dahulu.

Baca Juga :  KEREN! Go-Life, Layanan Baru Go-Jek Kini Sudah Mulai Dapat Digunakan

Demi menghidupi keluarga kecilnya di tengah kesulitan ekonomi karena wabah mematikan ini. Anto mengesampingkan risiko-risiko berbahaya yang sedang mengintainya.

“Gimana mata pencarian kita disini. Dulu saya (kerja) di restoran di Jakarta Pusat kita banyak yang di PHK. Ya mau enggak mau alternatifnya narik (jadi driver ojek online),” tandasnya.

Dalam seminggu, Anto bisa mendapatkan 3 hingga 4 kali orderan dari pasien di Wisma Atlet. Hal yang paling mencemaskannya adalah saat pelanggannya membayar orderan itu menggunakan uang tunai. Meski lembaran uang tunai itu disterilkan terlebih dahulu sebelum ia menerimanya.

“Takut kalau ada yang bayar cash. Perasaannya kita gimana ya, ya itu duit baru saja dipegang pasien. Disteril dulu uangnya kaya dicelupin pakai alkohol gitu sama petugas baru dikasi ke saya. Tapi tetap aja takut,” tandasnya.

Baca Juga :  GoJek Lakukan Rapid Test pada 100 Driver Ojol di Kantor Dinkes Kota Bandung

Selama bolak balik mengantar orderan di wisma Atlet, Anto memang tidak pernah bertemu langsung dengan pasien corona. Semua pesanan itu nantinya diterima oleh petugas yang di dalam pos-pos jaga di dalam area wisma atlet.

Pun demikian saat pelanggannya memilih membayar pakai uang tunai maka semua transaksi dilakukan oleh petugas.

“Engak pernah ketemu langsung (sama pasien) nanti ada petugas ambil di dalam. Tapi namanya zona merah kita tetap waspada. Petugas juga kan pasti ketemu pasien. Mereka pakai APD sementara kita kan enggak,” tutupnya.

(TOW)

Loading...