Cerita Driver Ojek Online Tolong Korban Tawuran Sadistis di Tangsel

Angga Setiawan, pengemudi ojek online yang menolong korban tawuran sadis di Tangerang Selatan Ahmad Fauzan, sempat jadi jaminan di RS. Pada saat kejadian, pemuda 19 tahun itu kebetulan sedang melintas usai mengantarkan barang.

“Kebetulan saya lewat jalan yang saat itu sedang ada tawuran, saya abis nganter barang, banyak pelajar saya liat bawa senjata tajam,” kata Angga Setiawan, Senin, 13 Agustus 2018.

Menurut keterangan Angga, saat itulah dia melihat Ahmad Fauzan. Korban tawuran sadistis antara SMK Bhipuri dengan SMK Sasmita Jaya 1 itu tertusuk senjata tajam dari pipi kiri hingga ke leher.

“Iya saya lihat korban, sudah ditolong sama orang naik motor, ternyata orang itu nggak kuat bawa korban dan diturunin lagi, lalu saya melihat  tidak ada yang mau membawanya ke rumah sakit,” ujarnya.

Baca Juga :  Cerita Driver Ojol di Bengkulu, Penghasilan Turun hingga 70 Persen karena Pandemi

Melihat korban seperti itu, kata Angga, ia langsung menolong dengan memboncengnya hingga ke rumah sakit terdekat yang jaraknya kurang lebih 3 kilometer dari tempat kejadian.

“Akhirnya saya bawa korban sama seorang temennya, jadi naik motor bonceng bertiga, untungnya di jalan nggak macet, saat di jalan saya pelan-pelan karena pipi korban tertancap parang,” katanya.

Saat dibonceng, kata Angga, korban tidak berbicara sama sekali tapi masih sadar. Angga hanya mendengar suara teman korban yang menguatkan Fauzan.

“Sampai di rumah sakit Hermina Serpong, saya jadi jaminannya selama dua jam karena pada saat itu keluarga korban belum ada yang tau, lalu saya suruh temennya buat hubungin keluarga,”katanya.

Baca Juga :  Bikin Kagum dan Terenyuh, Driver Go-Jek Gratiskan Ongkos Kirim di Hari Jumat

Ahmad Fauzan atau yang akrab disapa Ojan, pelajar SMK Sasmita Jaya 1 mengalami luka tusukan parang di bagian wajah saat tawuran yang diduga dilakukan antara SMK Bhipuri Serpong dengan SMK Sasmita Jaya, pada Selasa 31 Juli 2018.

Setelah tertusuk di bagian wajah, Fauzan dilarikan ke rumah sakit Hermina Serpong kemudian di rujuk ke rumah sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat.

Setelah satu pekan dirawat di RSCM, korban tawuran pelajar itu menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa, 7 Agustus 2018.

(tempo/tow)

Loading...