Cegah Pemukulan Kepada Pelanggan, Kemenhub Instruksikan Manajemen Grab Perketat Perekrutan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyesalkan insiden pemuku­lan yang dilakukan driver ojek online Grab terhadap calon penumpangnya, Jefri Ardiansyah, salah satu pekerja di Mal Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Selasa (25/7). Pemukulan tersebut dipicu karena sang driver marah, lelaki berusia 28 tahun mem­batalkan pesanannya.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemen­hub JA Barata mengatakan, pihaknya menyesalkan keja­dian tersebut. Dia berharap, ke depan penyedia transportasi online, lebih ketat di dalam melakukan rekrutmen.

“Kalau ada driver pukul penumpang, berarti proses rekrutmennya nggak beres,” kata Barata kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Soal sanksi, Barata menerangkan, kasus tersebut bukan domain Kemenhub na­mun kepolisian. Karena, kasus tersebut bukan perkara trans­portasi tetapi pidana umum. Kemenhub akan mengawal dari sisi peraturan transpor­tasinya.

Baca Juga :  Sebut Profesi Driver Ojol Rendahan, Warganet Naik Pitam

Sekadar informasi, kasus pemukulan tersebut ramai dibicarakan publik karena videonya viral di media sosial. Pemukulan terjadi saat Jefri baru pulang bekerja di Mal Pondok Indah dengan meng­gunakan jasa Grab menuju rumahnya. Belum jauh dari tempatnya bekerja, dia dice­gat 3 driver Grab dan 1 driver Gojek. Saat itulah Jefri menge­tahui, kalau pemukulan itu terjadi karena dia pernah mem­batalkan pesanan. Karena, para pelaku mengumbar ancaman terhadapnya agar tidak mem­batalkan lagi pesanan.

Sementara itu, Menteri Per­hubungan Budi Karya Sumadi mengimbau agar masyarakat tidak mempermainkan ojek online dalam melakukan peme­sanan.

“Saya imbau kepada pe­langgan, melakukan sesuatu pemanggilan atau order yang benar jangan seolah-olah mem­permainkan (driver ojek on­line),” pesannya.

Baca Juga :  Dinkes Ciamis Terus Mendorong Grab untuk Menerapkan Prokes Covid-19

Dia meminta agar opera­tor melakukan pengaturan dengan baik sehingga in­siden tersebut tidak terulang lagi. Dia meminta agar pihak operator menindak driver yang agresif.

Marketing Director Grab Indonesia, Mediko Azwar menyesali insiden tersebut, dan memohon maaf kepada penumpang yang bersangku­tan. Dia menegaskan, kesela­matan penumpang merupakan prioritas Grab.

Mediko menyebut pihaknya tengah menginvestigasi keja­dian tersebut. Bila ditemukan pelanggaran kode etik, Grab tak segan memberikan tin­dakan tegas seperti pember­hentian sementara maupun pemutusan kemitraan.

“Kami tidak akan mem­berikan toleransi atas segala bentuk tindak kekerasan. Jika penumpang mengalami ke­jadian tidak menyenangkan selama perjalanan bersama Grab, kami anjurkan untuk segera melaporkannya mela­lui layanan konsumen Grab,” katanya.

Baca Juga :  Satu Tertangkap, Polisi Masih Terus Memburu Pelaku Perampokan Taksi Online Lainnya

Mediko mengatakan, pihaknya menghargai masukan yang telah disampaikan dan hal tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan.

“Kami berupaya agar ke­jadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari. Salah satunya adalah dengan mem­berikan pelatihan ulang secara berkala kepada para mitra pengemudi mengenai etika pelayanan kepada penumpang sesuai dengan kode etik yang berlaku,” tuturnya.

(Rmol/Tow)

Loading...