Cara Gunakan HP Bagi Ojek Online Supaya Tidak Terkena Tilang Online di Surabaya, Tips Dari Polisi

Ojek online mengantar tetap penumpang di saat jalanan gerimis.

Penerapan tilang elektronik membuat banyak pengendara sepeda motor, terutama ojek online resah. Itu karena mereka bisa kena tilang jika menggunakan HP saat berkendara.

Tegar Aditya, salah satu pengemudi ojek online mengaku kerap mendapatkan pesanan ojek online saat berkendara.

Dengan begitu, pemuda berusia 25 tahun ini harus membuka handphone, juga aplikasi google map untuk bisa mengetahui lokasi tujuan pemesan jasanya.

“Ya repot juga kalau di jalan terus tiba-tiba ada bunyi pesanan masuk. Atau pas lagi liat google map.

Itu kan kita harus buka handpone. Nah kalau terekam kamera CCTV, kami ketilang,” kata Tegar kepada Surya.co.id.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra menyebut jika para driver ojek online bisa menyiasati pesanan mendadak di handponenya dengan cara menepi terlebih dahulu.

Baca Juga :  Cobaan Driver Ojol, Antar Pesanan Malah Digonggong Anjing Galak

“Yang akan ditindak oleh tim analis itu kan yang mengemudi menggunakan ponsel.

Entah itu telepon entah itu berkirim pesan.

Yang pasti, saat kendaraan berjalan, tangan memegang handpone atau sedang telepon itu yang akan ditindak,” kata Teddy saat dikonfirmasi, Senin (3/2/2020).

Lebih lanjut, Teddy menuturkan jika driver ojek online dapat menggunakan alat perekat handpone atau holder handpone di dashboard untuk melihat google map.

“Selama tangan masih dalam kemudi tentu tidak akan ditindak. Kalau memang urgent ya silahkan minggir dulu,”tambahnya.

Selain itu, menggunakan handpone saat berkendara sangat membahayakan pengemudi atau pengendara lainnya.

Terlebih, ancaman kejahatan jalanan juga sangat berpotensi ketika menggunakan handpone di jalan utamanya bagi pengendara motor.

Baca Juga :  Mau Ucapkan Rasa Bangga kepada Atlet Berprestasi di Asean Games Via Karangan Bunga Go-Jek? Begini Caranya

“Sadar dan tertib lalu lintas harus dibiasakan. Selain rawan kecelakaan akibat tidak kosentrasi menggunakan handpone sambil nyetir, juga dapat mengundang aksi kejahatan jalanan sepeti jambret.

Sebenarnya, aturan ini dibuat untuk kebaikan masyarakat,”lanjut perwira dua melati itu.

Sejauh ini, Teddy menegaskan jika telah menindak pelanggar yang menggunakan handpone dengan rata-rata 15 pelanggar tiap harinya.

“Tentu ada penindakan. Pertama biar tidak diulangi dan kedua menyadarkan masyarajat tentang potensi kerugian saat menggunakan handpone sambil mengemudi itu,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Cara Gunakan HP Bagi Ojek Online Supaya Tidak Terkena Tilang Online di Surabaya, Tips Dari Polisi, https://surabaya.tribunnews.com/2020/02/04/cara-gunakan-hp-bagi-ojek-online-supaya-tidak-terkena-tilang-online-di-surabaya-tips-dari-polisi?page=all.

Loading...