Biar Nyentrik Driver Ojek Online ini Naik Vespa Matic Kuning, Tapi…

Ojek daring pengguna motor Vespa matic, Abdullah Syafi'i pada Senin (2/12/2019).

Pengendara ojek dalam jaringan (daring) yang mengendarai vespa matic masih tak sebanyak motor matic buatan Jepang di Ibu Kota.

Anak muda generasi milenial bernama Abdullah Syafi’i (23) menjadi salah satu pengendara ojek daring ber-vespa matic yang jumlahnya sedikit itu.

Ia berkendara dengan motor skuter tersebut sehari-hari untuk ‘ngebid’, istilah ojek daring mencari penumpang.

Sore itu, Abdullah Syafii membelah jalanan di kawasan Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Menggunakan Vespa warna kuning LX 150, Abdullah sedang mengejar waktu untuk mengantarkan pesanan makanan di sebuah rumah.

Selepas mengantarkan makanan, Abdullah kembali berkendara seraya menanti-nanti panggilan orderan selanjutnya pada ponsel pintarnya.

Ia mulai ngebid sejak tahun 2016. Saat itu, ia menggunakan akun temannya untuk mencoba mengantarkan penumpang.

Kini, ia telah memiliki akun sendiri yang digunakan untuk mengantarkan makanan maupun penumpang.

Beli Bekas Warna Merah

Ojek daring pengguna motor Vespa matic, Abdullah Syafi’i pada Senin (2/12/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Awal ketertarikan Abdullah dengan Vespa, saat ia telah bekerja sebagai pengemudi ojek daring.

Saat itu, ia masih mengendarai motor bebek matic asal Jepang.

“Awalnya suka dengan Vespa saat saya udah jadi ojek daring. Saya pingin banget punya motor itu,” ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Senin (2/12/2019).

Dari hasil jerih payahnya mengantarkan penumpang, Abdullah akhirnya dapat mewujudkan keinginannya itu.

Ia bisa membeli motor vespa bekas berwarna merah seharga Rp 20 juta.

Sudah satu tahun, Abdullah menggunakan motor Italia berbentuk lebah itu menembus polusi udara kota Jakarta.

“Saya nabung sendiri buat beli Vespa ini, meski bekas,” lanjutnya.

Biar Nyentrik Tapi Boros

Biar terkesan nyentrik dan menarik, Abdullah mengubah warna cat motornya menjadi kuning.

Ia juga beralasan cat kuning dapat membangkitkan semangatnya.

“Saya cat motornya kuning biar terlihat nyentrik.
Kuning buat membangkitkan semangat juga. Nyentrik lah pokoknya,” lanjutnya.

Pria yang selalu mengenakan helm warna kuning selaras dengan warna motornya tersebut ngebid dari Senin sampai Jumat.

Sedangkan Sabtu dan Minggu, ia beristirahat di rumah.

Namun, ia mengakui menggunakan vespa terbilang cukup menguras isi kantong.

“Dukanya di jalan, Vespa ini bensinnya boros,” tambahnya.

Buat Biaya Kuliah

Laki-laki berkacamata dan berkawat gigi tersebut ngebid sembari meneruskan kuliah jurusan Manajemen di Universitas Uhamka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ia membagi waktunya antara kuliah dengan bekerja.

“Pagi sampai siang saya kerja, sedangkan malamnya saya kuliah,” lanjut laki-laki tiga bersaudara itu.

Dari penghasilannya sebagai ojek daring, Abdullah bisa membiayai kuliahnya sendiri.

Kendati demikian, orangtuanya pun sempat meragukan keputusan Abdullah menjadi seorang pengendara ojek daring.

“Ortu kadang bilang ngapain ngojek. Mereka nanya kamu nyari duit buat apa? Saya bilang, buat ditabung untuk masa depan.”

“Dan selama kita punya energi punya kekuatan ketika tuhan sudah memberi itu, kita tinggal berusaha aja,” pungkasnya.

(tribunjakarta.com/transonlinewatch)

Loading...