Berkat Ojek ASI yang Digagas Retno Sawartuti, Karanganyar dapat Penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019

Retno Sawartuti adalah Kepala Puskesmas Kebakkramat I dan selaku penggagas hadirnya Ojek ASI di Karanganyar untuk pertama kalinya.

Munculnya Ojek ASI didasari oleh banyak faktor seperti rendahnya kesadaran tentang manfaat ASI bagi bayi, pengetahuan yang minim, dan lain-lain.

Sebelum mencetuskan Ojek ASI, Retno Sawartuti terlebih dulu mengkampanyekan manfaat ASI ke Ibu-ibu di desa daerah Kebakkramat melalui program Kelompok Peduli ASI Eksklusif atau lebih di kenal Kepo Asiek.

Retno menuturkan jika setiap desa memiliki kurang lebih 6 kader dan setiap 1 kader mengampu atau bertanggung jawab atas 10 rumah dan tugasnya memberikan arahan atau motivasi agar Ibu-ibu di Kecamatan Kebakkramat dapat memberikan ASI secara eksklusif.

Baca Juga :  Belajar dari Hengkangnya Uber, Promo Jor- joran Dapat Mengakibatkan Monopoli

“Tidak memberikan susu formula pada bayi di bawah usia dua tahun, cara memerah ASI yang benar, dan bagaimana menyimpannya,” paparnya kepada TribunSolo.com, Sabtu (20/7/2019).

Setelah hadir Kepo Asiek selanjutnya Retno mengembangkannya menjadi Duta ASI dan Ojek ASI.

Kehadirannya sangat membantu Ibu-ibu yang sibuk bekerja namun tetap menginginkan bisa memberikan ASI ke bayinya secara eksklusif.

Kebanyakan Ibu-ibu yang bekerja hanya mendapat cuti lahiran selama tiga bulan, setelah itu Ibu-ibu pekerja merasa kerepotan untuk memberikan ASI secara eksklusif.

Disisi lain jika Ibu-ibu pekerja ingin memberikan ASI-nya harus meninggalkan pekerjaanya dan pulang kerumah, sedangkan waktu yang dibutuhkan mungkin lebih dari jam istirahatnya.

Jadi muncullah Ojek ASI untuk memudahkan Ibu menyusui yang ingin memberikan ASI secara eksklusif dan fresh.

Baca Juga :  Cuaca Buruk Melanda Yogyakarta, Taksi Online Kebanjiran Orderan

Inovasi ini bahkan membuat Pemerintah Kabupaten Karanganyar mendapat penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019.

(tribunnews/tow)

Loading...