Berikut Tuntutan Demo Pengemudi Transportasi Online di Surabaya

Ratusan Driver online yang tergabung dalam Jatim Online Bersatu (JOB) hingga pukul 11.15 wib masih berunjuk rasa di depan Gedung Grahadi Surabaya.

Di kediaman dinas Gubernur Jatim ini, mereka berdemo.

Mereka mendesak agar Pemerintah Provinsi Jatim melindungi driver online, terutama pengendara roda dua atau ojek online.

“Mereka kerap terintimidasi. Harus ada jaminan keamanan kepada kami dengan payung hukum,” kata David Walalangi, dari Tim 15 JOB.

Saat ini, perwakilan driver online tersebut melakukan negosiasi dengan Dishub Jatim.

Mereka gagal menemui Gubernur Jatim Soekarwo dan hanya diterima Kabid Angkutan dan Keselamatan Jalan Dishub Jatim Isa Ansori.

Tampak pula perwakilan perusahaan aplikasi, baik Grab maupun Go-Jek.

Baca Juga :  Berikut Pernyataan Grab soal Mitranya yang Bunuh Marketing WO

Mereka menggelar pertemuan tertutup bersama Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan

Para driver itu memilih turun jalan dengan berdemo karena menuntut hak-hak mereka sebagai mitra aplikasi.

Berikut poin-poin tuntutan mereka :

1. Perbaiki sistem gojek yang kerap men-suspend mereka.

2. Naikkan tarif dasar menjadi Rp 3.000/KM untuk R2 dan Rp 5.000/KM untuk R4.

3. Minimal order R2 Rp 10.000 dan R4 Rp 15.000.

4. Turunkan persentase potongan tarif aplikasi.

5. Libatkan driver dalam setiap keputusan aplikator.

6. Segera diterbitkan Pergub yang memberi kepastian hukum kepada pengendara R2.

7. Zona merah harus dikondisikan agar menjamin driver terjaga keamanannya.

(tribunnews/tow)

Loading...