Beres Segel Kantor Grab di Benhil, Para Driver Lanjutkan Geruduk Kantor Manajemen Grab di Lippo Kuningan

Ratusan pengemudi ojek online menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat Grab, Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/9).

Sebelumnya, dihari sama pada pagi harinya, para driver telah lebih dulu melakukan aksi demonstrasi ke kantor cabang operasional Grab di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat namun tidak mengahasilkan apa- apa karena kantor tutup.

Baca: Cupu! Didemo Mitranya karena Telah Menetapkan Tarif Semena- mena, Kantor Grab Tutup

Demonstrasi yang diinisiasi oleh Gabungan Roda Dua (Garda Indonesia) ini mengusung sejumlah tuntutan, salah satunya menuntut menghapus potongan komisi 20 persen bagi aplikator.

Pantauan media, puluhan kendaraan bermotor yang dikendarai oleh para pengemudi ojek online telah terparkir di ruas jalan depan gedung Lippo Kuningan.

Baca Juga :  #HilangkanBatasan, Cara Go-Jek Buka Kesempatan dan Kesetaraan Bagi Penyandang Disabilitas

Para pengemudi ojek online yang lain pun terus berdatangan, lengkap dengan atribut seperti jaket dan bendera.

Sebagian massa aksi ada yang meneriaki pengemudi ojek online lain yang tidak ikut aksi dan melintasi kawasan itu. Mereka mencoba mengajak rekan-rekan seprofesinya turut bergabung mendukung aksi demo.

Aksi dimulai pukul 13.00 WIB dan diklaim dihadiri sekitar 500 orang.

Ratusan polisi telah bersiap untuk melakukan pengamanan. Mereka bersiaga sejak pukul 11.00 WIB. Sebagai antisipasi, polisi telah menutup jalan Denpasar Terusan yang berada di belakang gedung Lippo.

Pihak Grab sebelumnya telah menyatakan siap mendengar tuntutan para demonstran.

“Perwakilan Grab Indonesia siap untuk kembali menemui pengunjuk rasa untuk mendengar tuntutan mereka hari ini dan Grab menghargai aspirasi, umpan balik dan masukan dari komunitas Garda tersebut,” kata Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam keterangan resmi kepada CNNIndonesia.com.

Kendati demikian, Ridzki menegaskan bahwa aksi demonstrasi ini tidak mewakilii keseluruhan komunitas mitra pengemudi Grab. Ia menyebut puluhan ribu mitra pengemudi masih beroperasi dengan normal pada hari ini.

Baca Juga :  Cerita Ojol "Pejuang Keluarga" Terima Order dari Pasien di Wisma Atlit, Uangnya "Diginiin" Dulu

“Kami tegaskan bahwa mereka tidak mewakili keseluruhan komunitas mitra pengemudi Grab, di mana puluhan ribu mitra aktif Grab tetap bekerja secara normal,” ujar Ridzki.

Para pengemudi ojek online yang tergabung dalam Garda mengusung tiga tuntutan kepada Grab dalam aksi demo hari ini. Mereka menuntut perjanjian kemitraan antara aplikator dengan driver ojek online yang adil dan transparan.

Tuntutan kedua mendesak aplikator menggunakan mekanisme tarif dasar berdasarkan rumus transportasi bukan supply demand algoritma. Terakhir, Garda menuntut agar tak ada lagi potongan komisi 20 persen bagi aplikator.

Demo ini digelar di dua tempat yakni di kantor operasional Grab di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat dan di kantor pusat Grab di Lippo Kuningan Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Waduh, Ada Wacana Pemberlakuan Ganjil- Genap Secara Permanen

(cnnindonesia/tow)

 

Loading...