Begini Diskriminasi yang Dialami oleh Ojek Online Wanita

Sejatinya, ibu rumah tangga cukup menjaga sang buah hati dan menyiapkan masakan untuk suami tercinta di rumah. Namun, tidak untuk pengemudi ojek online satu ini. Ia tidak sepenuhnya di rumah lantaran ingin membantu suaminya mencari nafkah yang sekadar untuk membeli susu dan kebutuhan pokok lainnya.

Adalah Susanti, salah seorang pengemudi ojek online wanita yang telah bergabung hampir satu tahun lamanya. Tanpa tedeng aling-aling, Ia menceritakan suka serta duka yang dirasakan saat di jalan.

“Kalau saya pernah tanya jalan terus dicuekin, itu enggak satu-dua kali, tapi berkali-kali,” ucap ibu dua anak tersebut saat mengobrol dengan media di Jakarta, Senin (4/12/2017). Dituturkannya, hal itu baginya tidak adil yang membuat pesimis dalam bekerja.

Baca:

Sesekali Susanti menyelipkan kata-kata dalam bahasa Jawa, yang artinya bukan Ia tidak bersyukur mendapat uang bulanan dari suami. Menurutnya, setelah bergabung di salah satu penyedia transportasi online, Ia sangat bersyukur karena mendapat bonus yang begitu banyak.

“Waktu saya jemput penumpang di shelter, ada juga yang menunjukkan raut muka yang tidak suka terhadap saya. Beberapa ojek pria juga ada yang suka meledekkan saya waktu saya menyebut penumpang, misalnya Siti. Eh, malah dibilang Siti lagi di rumah mbak, begitu sahutnya,” ujar Susanti sambil menyeka air matanya saat menceritakan bila dirinya pernah mengalami diskriminasi dari pengemudi laki-laki.

Wanita yang berdomisili di wilayah Vitara Depok ini mengatakan tak semua pengemudi pria melakukan sikap tersebut. Ada juga pengemudi lain yang santun terhadapnya. “Sopir pria yang lebih muda rata-rata sih sopan sama saya ya sekadar menyapa saja atau cuma nglakson,” katanya.

Dituturkannya, sikap tidak mengenakkan yang ia terima tersebut tak terlalu diambil hati. “Jalani saja mbak, seperti air mengalir karena rezeki ada saja datangnya,” kata dia lagi.

Bahkan, lanjut ia, pernah ada pengguna belum lama ini memberikan tip atau uang tambahan kepadanya langsung dari sistem nontunai sebesar Rp30 ribu. “Rezeki ada saja datangnya tiba-tiba gitu, ya kalau kita mau bersabar ada saja sewa yang mau kasih ke kita,” tandasnya.

(wartaekonomi/tow)

Loading...