Begini Cara Grab Jaga Keamanan Data Penggunanya

Taksi Online Grab

Isu kebocoran data di dunia digital menjadi sorotan dan kekhawatiran publik. Tak hanya mengintai akun-akun media sosial, kebocoran data juga bisa saja terjadi pada aplikasi-apikasi yang mengharuskan penggunanya memberikan data pribadinya.

Kasus pencurian data pengguna Yahoo dan bocornya data pengguna Facebook memang menyeramkan, tapi salah satu aplikasi transportasi online yang beroperasi di Indonesia, Grab, menjamin jika platform-nya aman dari kejadian seperti itu.

Ainun Najib, Head of Business Data Platform Grab, menegaskan perusahaannya selalu menjadikan keamanan data penggunanya sebagai prioritas. Pengguna Grab, baik mitra pengemudi maupun pelanggan, disebut tidak perlu khawatir telah mempercayakan data pribadi mereka seperti email dan nomor telepon kepada perusahaan.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Bandung Minta Grab Mengentikan Operasional GrabWheels

Security data governance, personal data protection, itu betul-betul fokus utama di Grab ini,” kata Ainun, saat ditemui di kantor Grab, Singapura, pada Rabu (12/7).

Pria asli Gresik, Jawa Timur, itu menambahkan, sejak pertama kali bekerja, para Grabbers (karyawan di perusahaan Grab) akan diberikan pelatihan untuk mengamankan data dari mulai hal-hal terkecil, termasuk bagaimana karyawan memperlakukan berkas-berkas yang berisi data-data pribadi.

“Kami ada training wajib bagi para Grabbers mengenai personal data protection. Everyone of us, setiap karyawan Grab harus mengikuti. Karena keamanan itu bukan hanya soal teknologi. Anda misalnya seorang interviewer (pewawancara), Anda nge-print resume seseorang. Itu kan ada personal data. Nah bagaimana Anda meng-handle itu? Nah mengenai hal-hal kecil seperti ini sudah termasuk data protection,” papar Ainun.

Baca Juga :  Nujek Aplikasi Ojek Online Bagi Nahdliyin dan Santri, Targetkan 1 Juta Pengguna Aktif

Untuk mengamankan data pengguna, Grab memilik data protection officer, tim khusus untuk mengamankan data-data penggunanya.

Menurutnya, Grab tidak bekerja sendiri dalam mengamankan data penggunanya, melainkan bekerja sama juga dengan pihak keamanan di negara tempatnya beroperasi, terutama dengan negara yang sudah memiliki payung hukum untuk melindungi data pengguna aplikasi.

“Kami punya in full security team, salah satu tugasnya orang-orang yang menangani data adalah orang-orang yang memang memiliki kewenangan agar tidak diakses oleh orang yang salah dan tidak digunakan oleh orang yang salah,” jelas Ainun.

“Grab selalu mawas diri dengan pentingnya untuk melindungi personal data. Karena sangat jelas, terutama karena Singapura di wilayah ini adalah negara pertama yang memiliki hukum soal data protection sejak beberapa tahun yang lalu. Dan itu juga membantu Grab untuk mengetahui cara-cara apa yang harus kami lakukan untuk mengamankan data pengguna,” terangnya.

Baca Juga :  Antisipasi Mitranya Pakai Tuyul, Ini Langkah yang Dilakukan Go-Jek

Di luar mengamankan keamanan data pengguna, Grab juga berupaya untuk menghadirkan layanan harian bagi penggunanya. Grab ingin menjadikan aplikasinya sebagai ‘super app’ yang memiliki beragam layanan harian dalam satu aplikasi.

Untuk mewujudkan hal itu, kini aplikasi Grab sudah memiliki layanan transportasi, pesan antar makanan, pengiriman barang, hingga yang terbaru pesan antar barang belanjaan di supermarket.

(kumparan/tow)

Loading...