Banyak yang Belum Tahu, Ojol di Cianjur Sudah Kembali Angkut Penumpang

Pengemudi atau driver ojek online (ojol) Cianjur sekarang bisa sedikit bernapas lega. Mereka sudah kembali diizinkan mengangkut penumpang seiring jelang berlakukanya New Normal.

Para aplikator penyedia jasa ojol juga sudah mengembalikan menu pengantaran penumpang dalam layannya. Namun, hal tersebut belum diketahui banyak customer sehingga penggunanya masih minim.

“Penumpang masih minim, karena banyak warga Cianjur yang belum tahu layanan yang sempat dihilangkan sudah kembali lagi. Dari pagi saja baru dapat satu penumpang,” kata Ketua Komunitas Driver Remako Online (D-Rock) Cianjur, Rifan (42), Rabu (29/6/2020) seperti dilansir dari cianjurtoday.com.

Selama pandemi, pendapapatan oojol sangat berkurang. Dalam sehari bisa mendapat Rp30 ribu bahkan pernah tidak sama sekali. Padahal, biasanya dia mampu membawa uang ke rumah hingga Rp150 ribu.

Baca Juga :  Demi Tingkatkan Kualitas Hidup Mitranya, Grab Bangun GrabBike Lounge

“Karena kondisinya pandemi, jadi tidak banyak yang orang yang keluar rumah. Tadi pun penumpang yang dibawa jaraknya dekat,” kata dia.

Dendi (25), pengemudi ojol lainnya, mengungkapkan minimnya jumlah penumpang juga diakibatkan pelajar yang masih belajar di rumah. Hal itu cukup berpengaruh karena pelajar banyak memanfaatkan layanan ojol untuk berangkat atau pulang dari sekolah.

“Biasanya kalau pagi atau jam pulang sekolah itu dapat penumpang. Sekarang hanya bisa mengandalkan warga yang memang masih kerja atau ada aktivitas mendesak,” kata dia.

Dilema

Di sisi lain, dia juga mengaku dilematis dalam menjalankan protokol kesehatan saat membawa penumpang. Sebab tidak sedikit penumpang yang belum paham terkait protokol baru layanan ojol agar bisa mengangkut penumpang.

Baca Juga :  Driver Go-Jek Selfie Bareng Artis Donny Michael, Netizen: Kok Mirip Ya

“Di satu sisi kita harus menerapkan protokol kesehatan, jika tidak akan ditegur dan disanksi oleh penyedia layanan. Tapi di sisi lain, ketika kita jalankan protokol kesehatan apalagi pakai pembatas khusus membuat penumpang yang tidak paham. Risikonya juga penilaian akan kurang baik yang akhirnya juga kena tegur lagi. Makanya dilematis,” ucap Dendi.

Selain itu, ia juga mengeluhkan pihak aplikator yang belum sepenuhnya mengakomodir kebutuhan driver untuk hand sanitizer hingga pembatas khusus. Saat ini baru beberapa yang memiliki. Pada akhirnya mayoritas driver harus membeli sendiri hand sanitizer ataupun alat pelindung diri lainnya.

“Kami bertahap, tapi mau kapan semuanya bisa dapat. Sedangkan kita sudah mulai beroperasi normal sejak kemarin. Sementara kita perlu, bukan hanya keamanan penumpang, tapi driver sendiri,” kata dia.

Baca Juga :  Pengemudi Ojek Online Terima Bantuan 1.508 Masker dari Pemprov Kaltim

Dia dan driver ojol Cianjur lainnya berharap pandemi segera berlalu. Sehingga pihaknya bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

(TOW)

Loading...